Minim pelanggaran, setelah ditinggalkan Dishub?
Senin, 31 Maret 2014 - 18:59 WIB
Minim pelanggaran, setelah ditinggalkan Dishub?
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kembali melakukan operasi lintas jaya tahap dua. Kali ini kawasan yang menjadi lintasan operasi tersebut mulai dari Ragunan berakhir di Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Akbar mengatakan, pihaknya menurunkan 250 personel untuk operasi lintas jaya itu. Personel tersebut merupakan gabungan dari setiap suku dinas perhubungan di lima wilayah. Operasi ini akan dilakukan selama dua minggu.
Adapun sasaran operasi yakni parkir liar, angkot yang ngetem sembarangan serta kendaraan yang masuk jalur bus Transjakarta. Dia mengatakan, 250 personel dari lima wilayah tersebut meninggalkan lokasi operasi sepanjang Jalan Dewi Sartika hingga Ancol.
"Kita melihat di kawasan Jalan Dewi Sartika hingga Ancol sudah minim pelanggaran, tapi kita tidak mengetahui setelah kita tinggalkan," ujarnya di Jakarta, Senin (31/3/2014).
Lebih lanjut Akbar menjelaskan, pola operasi ini mulai pukul 06.00-09.00 WIB, dilakukan operasi lintas jaya, selanjutnya pukul 09.00-16.00 WIB, 250 personel tersebut kembali ke wilayahnya masing-masing untuk melakukan tindakan terhadap pelanggaran. Selanjutnya pukul 16.00-20.00 petugas kembali melakukan operasi lintas Jaya.
Akbar mengaku, hanya ini yang bisa dilakukannya, mengingat keterbatasan jumlah personel, sehingga terkesan operasi yang dilakukan hanya tambal sulam.
"Memang personel terbatas, tapi yang penting ada upaya untuk menertibkan," tuturnya.
Akbar berharap, masyarakat ibu kota bisa lebih tertib dalam berlalu lintas. Jika memang jalur biasa macet, maka sebaiknya gunakan bus Transjakarta.
Tidak hanya itu dirinya mengimbau, agar alat elektronik bisa cepat direalisasikan, dengan demikian siapapun akan mendapat sanksi jika melanggar. Dan petugas Dinas Perhubungan tidak perlu turun ke Jalan.
"Target kita melakukan operasi lintas jaya adalah untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam berlalu-lintas," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, ada beberapa titik kemacetan seperti di pertigaan Mangga Besar Pasar Minggu, dimana selain ada pertigaan, tidak jauh dari pertigaan ada U Turn, sehingga kerap terjadi penumpukan.
Kemudian di depan Pejaten Vilage. Di sini kerap terjadi kemacetan lantaran tidak jarang Metromoni S 75 dengan rute Blok M Pasar Minggu, itu mengetam.
Titik lain yang menjadi penyebab kemacetan adalah jalan Buncit Raya, tepatnya di depan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Pada hari biasa banyak kendaraan yang menggunakan satu jalur untuk parkir. Ditambah keluar masuknya kendaraan yang hendak masuk ke kantor Imigrasi.
Selanjutnya titik kemacetan berada di depan Menteng Huis, dimana banyak kendaraan yang hendak ke Taman Menteng memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Akbar mengatakan, pihaknya menurunkan 250 personel untuk operasi lintas jaya itu. Personel tersebut merupakan gabungan dari setiap suku dinas perhubungan di lima wilayah. Operasi ini akan dilakukan selama dua minggu.
Adapun sasaran operasi yakni parkir liar, angkot yang ngetem sembarangan serta kendaraan yang masuk jalur bus Transjakarta. Dia mengatakan, 250 personel dari lima wilayah tersebut meninggalkan lokasi operasi sepanjang Jalan Dewi Sartika hingga Ancol.
"Kita melihat di kawasan Jalan Dewi Sartika hingga Ancol sudah minim pelanggaran, tapi kita tidak mengetahui setelah kita tinggalkan," ujarnya di Jakarta, Senin (31/3/2014).
Lebih lanjut Akbar menjelaskan, pola operasi ini mulai pukul 06.00-09.00 WIB, dilakukan operasi lintas jaya, selanjutnya pukul 09.00-16.00 WIB, 250 personel tersebut kembali ke wilayahnya masing-masing untuk melakukan tindakan terhadap pelanggaran. Selanjutnya pukul 16.00-20.00 petugas kembali melakukan operasi lintas Jaya.
Akbar mengaku, hanya ini yang bisa dilakukannya, mengingat keterbatasan jumlah personel, sehingga terkesan operasi yang dilakukan hanya tambal sulam.
"Memang personel terbatas, tapi yang penting ada upaya untuk menertibkan," tuturnya.
Akbar berharap, masyarakat ibu kota bisa lebih tertib dalam berlalu lintas. Jika memang jalur biasa macet, maka sebaiknya gunakan bus Transjakarta.
Tidak hanya itu dirinya mengimbau, agar alat elektronik bisa cepat direalisasikan, dengan demikian siapapun akan mendapat sanksi jika melanggar. Dan petugas Dinas Perhubungan tidak perlu turun ke Jalan.
"Target kita melakukan operasi lintas jaya adalah untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam berlalu-lintas," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, ada beberapa titik kemacetan seperti di pertigaan Mangga Besar Pasar Minggu, dimana selain ada pertigaan, tidak jauh dari pertigaan ada U Turn, sehingga kerap terjadi penumpukan.
Kemudian di depan Pejaten Vilage. Di sini kerap terjadi kemacetan lantaran tidak jarang Metromoni S 75 dengan rute Blok M Pasar Minggu, itu mengetam.
Titik lain yang menjadi penyebab kemacetan adalah jalan Buncit Raya, tepatnya di depan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Pada hari biasa banyak kendaraan yang menggunakan satu jalur untuk parkir. Ditambah keluar masuknya kendaraan yang hendak masuk ke kantor Imigrasi.
Selanjutnya titik kemacetan berada di depan Menteng Huis, dimana banyak kendaraan yang hendak ke Taman Menteng memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.
(mhd)