Pembunuh kadus mengaku khilaf
Minggu, 30 Maret 2014 - 17:53 WIB
Pembunuh kadus mengaku khilaf
A
A
A
Sindonews.com - Sartono bin Nikarta (38) warga Dusun II, Desa Jati Sari, Kecamatan Banyuasin II, Banyuasin, yang tega membacok Basromi (50) kepala dusunnya sendiri mengaku khilaf.
Dihadapan penyidik Mapolsek Sungsang, Sartono, mengaku melakukan perbuatan tersebut karena tersinggung terhadap ucapan korban.
Dia sebagai warga pendatang merasa tidak wajib mengikuti gotong royong karena pengurusan surat menyurat yang telah dilakukan dua tahun lalu hingga kini belum selesai dilakukan sang Kadus.
"Saya kesal dan khilaf. Pernah Kadus saya kasih uang untuk mengurus surat kependudukan, namun tidak kunjung selesai," ungkapnya.
Perbuatan tersebut dilakukannya karena tersinggung dan dia memiliki permasalahan lama yang tidak kunjung terselesaikan oleh Kadus.
"Emosi saya terpancing. Diajak gotong royong tapi status saya masih warga pendatang. Mana saya mau gotong royong, apalagi diajak oleh Kadus yang tidak membantu warganya,"tandasnya.
Baca juga :
Tegur warga agar gotong royong, kadus tewas dibacok
Dihadapan penyidik Mapolsek Sungsang, Sartono, mengaku melakukan perbuatan tersebut karena tersinggung terhadap ucapan korban.
Dia sebagai warga pendatang merasa tidak wajib mengikuti gotong royong karena pengurusan surat menyurat yang telah dilakukan dua tahun lalu hingga kini belum selesai dilakukan sang Kadus.
"Saya kesal dan khilaf. Pernah Kadus saya kasih uang untuk mengurus surat kependudukan, namun tidak kunjung selesai," ungkapnya.
Perbuatan tersebut dilakukannya karena tersinggung dan dia memiliki permasalahan lama yang tidak kunjung terselesaikan oleh Kadus.
"Emosi saya terpancing. Diajak gotong royong tapi status saya masih warga pendatang. Mana saya mau gotong royong, apalagi diajak oleh Kadus yang tidak membantu warganya,"tandasnya.
Baca juga :
Tegur warga agar gotong royong, kadus tewas dibacok
(sms)