Angkot dihapus, 60 ribu orang akan sengsara
Minggu, 30 Maret 2014 - 14:40 WIB
Angkot dihapus, 60 ribu orang akan sengsara
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Pemprov DKI Jakarta terkait penghapusan angkutan kota (angkot) menuai kecaman. Pasalnya, ada sekira 60 ribu orang yang hidupnya bergantung dari angkot.
"Saya kurang sepakat ya, angkot di Jakarta itu 10 ribu sampai 15 ribu. Bayangin kalau satu angkot ada dua sopir, berarti sekira 60 ribu orang termasuk keluarga sopir angkot yang bingung mau kemana lagi mencari kerjaan," kata Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor saat dihubungi Sindonews, Minggu (30/3/2014).
Tigor juga mengatakan seharusnya pemerintah memikirkan alternatif dari angkot ini bukan menghapusnya.
"Jalan di Jakarta kan ada yang kecil seperti di perkampungan, mana mungkin bisa bus sedang masuk ke pemukiman. Pemprov tuh tidak mikir bagaimana mengatasi ini," ujarnya.
Seharusnya, Pemprov DKI memperbaiki saja sarana dari angkot tersebut bukan menghapusnya.
"Kalau diperbaiki dan ditata itu angkot, maka saya setuju karena untuk warga yang tinggal di pemukiman masih membutuhkan angkot," lanjutnya.
Kemudian Azas mengatakan harusnya pemerintah mengatakan rencana terlebih dahulu mendengar warganya sendiri. Dia menyarankan, agar ada dialog antara Pemprov DKI dengan sopir angkot jika rencana tersebut akan direalisasikan.
Baca juga:
Angkot di Jakarta mau diganti bus sedang
"Saya kurang sepakat ya, angkot di Jakarta itu 10 ribu sampai 15 ribu. Bayangin kalau satu angkot ada dua sopir, berarti sekira 60 ribu orang termasuk keluarga sopir angkot yang bingung mau kemana lagi mencari kerjaan," kata Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor saat dihubungi Sindonews, Minggu (30/3/2014).
Tigor juga mengatakan seharusnya pemerintah memikirkan alternatif dari angkot ini bukan menghapusnya.
"Jalan di Jakarta kan ada yang kecil seperti di perkampungan, mana mungkin bisa bus sedang masuk ke pemukiman. Pemprov tuh tidak mikir bagaimana mengatasi ini," ujarnya.
Seharusnya, Pemprov DKI memperbaiki saja sarana dari angkot tersebut bukan menghapusnya.
"Kalau diperbaiki dan ditata itu angkot, maka saya setuju karena untuk warga yang tinggal di pemukiman masih membutuhkan angkot," lanjutnya.
Kemudian Azas mengatakan harusnya pemerintah mengatakan rencana terlebih dahulu mendengar warganya sendiri. Dia menyarankan, agar ada dialog antara Pemprov DKI dengan sopir angkot jika rencana tersebut akan direalisasikan.
Baca juga:
Angkot di Jakarta mau diganti bus sedang
(ysw)