Berat badan bayi korban penculikan turun
Sabtu, 29 Maret 2014 - 14:02 WIB
Berat badan bayi korban penculikan turun
A
A
A
Sindonews.com - Selama empat hari tiga malam, bayi yang diculik di RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat, berada di tangan DS sang penculik. Karena tidak berada ditangan yang tepat, berat badannya turun.
"Bayi dalam keadaan sehat meski ada sedikit penurunan berat badan," ujar Direktur Umum dan Operasional RSHS Edi Sampurno, kepada wartawan, Sabtu (29/3/2014).
Saat lahir, bobot bayi yang akan dinamai Valencia Yusnita itu adalah 3,4 kilogram. Tapi saat ini, bobotnya menjadi 3,3 kilogram. "Suplai makanan kepada bayi ini kurang (selama diculik) sehingga terjadi penurunan berat badan," bebernya.
Kini, tim dokter masih memeriksa intensif Valencia di RSHS. "Kita masih evaluasi apakah ada kelainan atau tidak," ungkapnya.
Sejauh ini, belum bisa dipastikan kapan Valencia diperbolehkan pulang dari RSHS. "Kalau (kondisi kesehatan) ibu sama anaknya sudah tidak ada masalah, nanti diperbolehkan pulang," jelasnya.
Seperti diberitakan, drama penculikan sang bayi yang diberi nama Valencia itu akhirnya tuntas. Setelah diculik pada 25 Maret 2014, bayi itu ditemukan di rumah pelaku berinisial DS, di kawasan Pasirkaliki, Kota Bandung.
Pelaku kemudian mencoba bunuh diri dengan loncat dari Flyover Pasupati. Tapi dia tidak meninggal. Dia sekarang dirawat di IGD RSHS karena mengalami sejumlah luka dan patah tulang.
DS kini masih dirawat intensif. Sedangkan Valencia sudah kembali pada orangtuanya tapi dirawat di RSHS.
Baca juga:
Bayi hilang di RSHS akhirnya ditemukan
Polisi dalami motif penculikan bayi di Bandung
"Bayi dalam keadaan sehat meski ada sedikit penurunan berat badan," ujar Direktur Umum dan Operasional RSHS Edi Sampurno, kepada wartawan, Sabtu (29/3/2014).
Saat lahir, bobot bayi yang akan dinamai Valencia Yusnita itu adalah 3,4 kilogram. Tapi saat ini, bobotnya menjadi 3,3 kilogram. "Suplai makanan kepada bayi ini kurang (selama diculik) sehingga terjadi penurunan berat badan," bebernya.
Kini, tim dokter masih memeriksa intensif Valencia di RSHS. "Kita masih evaluasi apakah ada kelainan atau tidak," ungkapnya.
Sejauh ini, belum bisa dipastikan kapan Valencia diperbolehkan pulang dari RSHS. "Kalau (kondisi kesehatan) ibu sama anaknya sudah tidak ada masalah, nanti diperbolehkan pulang," jelasnya.
Seperti diberitakan, drama penculikan sang bayi yang diberi nama Valencia itu akhirnya tuntas. Setelah diculik pada 25 Maret 2014, bayi itu ditemukan di rumah pelaku berinisial DS, di kawasan Pasirkaliki, Kota Bandung.
Pelaku kemudian mencoba bunuh diri dengan loncat dari Flyover Pasupati. Tapi dia tidak meninggal. Dia sekarang dirawat di IGD RSHS karena mengalami sejumlah luka dan patah tulang.
DS kini masih dirawat intensif. Sedangkan Valencia sudah kembali pada orangtuanya tapi dirawat di RSHS.
Baca juga:
Bayi hilang di RSHS akhirnya ditemukan
Polisi dalami motif penculikan bayi di Bandung
(san)