Penculikan bayi, RSHS tak khawatir citranya tercoreng
Jum'at, 28 Maret 2014 - 20:27 WIB
Penculikan bayi, RSHS tak khawatir citranya tercoreng
A
A
A
Sindonews.com - Pihak RS Hasan Sadikin (RSHS) tidak khawatir citranya jadi buruk setelah terjadi penculikan bayi pada 25 Maret lalu. Berbagai upaya akan dilakukan agar citra RSHS tidak menjadi negatif.
"Kami menjawab (pandangan negatif) dengan memperlihatkan bukti pelayanan," kata Kepala Humas dan Protokoler RSHS, Nurul Wulandhani, di RSHS, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/3/2014).
Menurutnya, RSHS akan terus memperbaiki berbagai hal, terutama dari segi keamanan agar hal serupa tidak terjadi lagi. "Kami tingkatkan pelayanan dengan bukti. Jadi biar khalayak bisa menilai sendiri," ungkapnya.
Khusus untuk menangani kasus bayi yang diculik, RSHS sudah membentuk tim investigasi internal secara resmi sejak kemarin. Meski baru dibentuk secara resmi, tim itu sebenarnya sudah bekerja sejak dua hari lalu.
"Sebenarnya sebelum terbentuk (secara resmi) tim sudah berjalan. Tapi biar lebih maksimal lagi kita bentuk dalam bentuk SK," jelas Nurul.
Tim itu menurutnya akan menginvestigasi dan mengumpulkan berbagai informasi terkait penculikan bayi Toni Manurung dan Lasmaria Boru Manulang.
"Kami merangkum (hasil investigasi) itu dalam bentuk report, lalu kami sampaikan ke kepolisian," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Nurul juga sekaligus mengklarifikasi seputar CCTV. Sebelumnya, berbagai media sempat menyebut dari 10 CCTV di RSHS, hanya tiga CCTV yang berfungsi.
"Sekalian kami klarifikasi. Kalau boleh disebutkan bahwa kami punya 109 CCTV, dan yang rusak hanya tiga karena kena petir," ujarnya. Ia pun memastikan 106 CCTV yang ada bisa berfungsi dengan baik.
Baca juga:
Bayi belum ditemukan, Lasmaria masih di RS Hasan Sadikin
"Kami menjawab (pandangan negatif) dengan memperlihatkan bukti pelayanan," kata Kepala Humas dan Protokoler RSHS, Nurul Wulandhani, di RSHS, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/3/2014).
Menurutnya, RSHS akan terus memperbaiki berbagai hal, terutama dari segi keamanan agar hal serupa tidak terjadi lagi. "Kami tingkatkan pelayanan dengan bukti. Jadi biar khalayak bisa menilai sendiri," ungkapnya.
Khusus untuk menangani kasus bayi yang diculik, RSHS sudah membentuk tim investigasi internal secara resmi sejak kemarin. Meski baru dibentuk secara resmi, tim itu sebenarnya sudah bekerja sejak dua hari lalu.
"Sebenarnya sebelum terbentuk (secara resmi) tim sudah berjalan. Tapi biar lebih maksimal lagi kita bentuk dalam bentuk SK," jelas Nurul.
Tim itu menurutnya akan menginvestigasi dan mengumpulkan berbagai informasi terkait penculikan bayi Toni Manurung dan Lasmaria Boru Manulang.
"Kami merangkum (hasil investigasi) itu dalam bentuk report, lalu kami sampaikan ke kepolisian," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Nurul juga sekaligus mengklarifikasi seputar CCTV. Sebelumnya, berbagai media sempat menyebut dari 10 CCTV di RSHS, hanya tiga CCTV yang berfungsi.
"Sekalian kami klarifikasi. Kalau boleh disebutkan bahwa kami punya 109 CCTV, dan yang rusak hanya tiga karena kena petir," ujarnya. Ia pun memastikan 106 CCTV yang ada bisa berfungsi dengan baik.
Baca juga:
Bayi belum ditemukan, Lasmaria masih di RS Hasan Sadikin
(lns)