Ini komentar warga terkait penculikan bayi di RSHS
Jum'at, 28 Maret 2014 - 15:23 WIB
Ini komentar warga terkait penculikan bayi di RSHS
A
A
A
Sindonews.com - Seorang bayi perempuan diculik di RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat, 25 Maret lalu. Bayi itu merupakan anak pasangan Toni Manurung (26) dan Lasmaria Boru Manulang (24).
Kejadian itu cukup menghentak dan heboh jadi pemberitaan di berbagai media massa. Rumah sakit pun seolah jadi tempat yang tak lagi aman. Apa kata warga menanggapi kasus itu?
Mochamad Habibie (21), warga Jalan Kiaracondong, menyayangkan adanya penculikan bayi itu. "Sangat disayangkan ada kejadian seperti itu, kasihan orangtuanya," katanya, Jumat (28/3/2014).
Hal itu jadi pembelajaran agar RSHS meningkatkan pengamanan agar hal serupa tidak terjadi lagi. Tak hanya itu, rumah sakit lain juga diharapkan melakukan hal sama.
Arfa Srifantari (20), warga Jalan Bekamin, juga tidak habis pikir dengan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi akibat longgarnya sistem pengamanan di lokasi.
"Kalau bagus pengamanannya, kejadian seperti ini tidak akan terjadi," ucapnya.
Ia menyarankan agar RSHS dan rumah sakit lain benar-benar memberlakukan aturan dengan ketat. Terlebih untuk ruangan bayi, ia berharap tidak sembarang orang bisa masuk.
Cesar Yudistira (24), warga Cimahi, bahkan mengatakan kecewa dengan sistem pengamanan di RSHS sehingga penculikan bayi bisa terjadi. Apalagi RSHS merupakan rumah sakit besar. Harusnya, RSHS bisa mengantisipasi hal seperti itu.
"Saya ingin ke depan di RSHS dan rumah sakit lain ada polisi yang patroli agar keamanan lebih terjaga. Tidak hanya di jalan yang dijaga polisi, di rumah sakit pun harus ada polisi," pungkasnya.
Baca juga:
Polda Jabar back up upaya pencarian bayi hilang di RSHS
Kejadian itu cukup menghentak dan heboh jadi pemberitaan di berbagai media massa. Rumah sakit pun seolah jadi tempat yang tak lagi aman. Apa kata warga menanggapi kasus itu?
Mochamad Habibie (21), warga Jalan Kiaracondong, menyayangkan adanya penculikan bayi itu. "Sangat disayangkan ada kejadian seperti itu, kasihan orangtuanya," katanya, Jumat (28/3/2014).
Hal itu jadi pembelajaran agar RSHS meningkatkan pengamanan agar hal serupa tidak terjadi lagi. Tak hanya itu, rumah sakit lain juga diharapkan melakukan hal sama.
Arfa Srifantari (20), warga Jalan Bekamin, juga tidak habis pikir dengan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi akibat longgarnya sistem pengamanan di lokasi.
"Kalau bagus pengamanannya, kejadian seperti ini tidak akan terjadi," ucapnya.
Ia menyarankan agar RSHS dan rumah sakit lain benar-benar memberlakukan aturan dengan ketat. Terlebih untuk ruangan bayi, ia berharap tidak sembarang orang bisa masuk.
Cesar Yudistira (24), warga Cimahi, bahkan mengatakan kecewa dengan sistem pengamanan di RSHS sehingga penculikan bayi bisa terjadi. Apalagi RSHS merupakan rumah sakit besar. Harusnya, RSHS bisa mengantisipasi hal seperti itu.
"Saya ingin ke depan di RSHS dan rumah sakit lain ada polisi yang patroli agar keamanan lebih terjaga. Tidak hanya di jalan yang dijaga polisi, di rumah sakit pun harus ada polisi," pungkasnya.
Baca juga:
Polda Jabar back up upaya pencarian bayi hilang di RSHS
(lns)