Polda Jabar back up upaya pencarian bayi hilang di RSHS
Jum'at, 28 Maret 2014 - 15:08 WIB
Polda Jabar back up upaya pencarian bayi hilang di RSHS
A
A
A
Sindonews.com - Polda Jawa Barat membantu Polrestabes Bandung dalam mengungkap kasus penculikan bayi di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung, Jawa Barat.
"Kami backup timnya, tentu kita gabung dengan Polrestabes," kata Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol M Iriawan, di RSHS, Jumat (28/3/2014).
Tim dari Polda Jawa Barat yang diturunkan untuk membackup adalah dari Direktorat Reserser Kriminal Umum. "Hari ini Krimum terjun langsung," ungkapnya.
Iriawan mengatakan, saat ini kepolisian terus bergerak. Ia pun sempat berdiskusi dengan tim dokter, penyidik, dan korban. "Saya ingin tahu mengenai hilangnya bayi tersebut," ucapnya.
Tapi ia ogah memberikan bocoran perkembangan hasil penyelidikan. "Sabar dulu, kita sedang melakukan pendalaman," pintanya.
Iriawan menambahkan, motif dari kasus itu juga sedang ditelusuri. "Kita akan terus melakuka pengungkapan kasus ini, apakah memang betul ini penculikan, rekayasa, atau sindikat bayi. Beberapa alternatif kita dalami," tuturnya.
Disinggung adanya indikasi bayi itu akan dijual, ia menyatakan hal itu bisa saja terjadi. "Mungkin ada juga (indikasi ke arah sana). Tapi kita belum bisa memastikan," pungkasnya.
Seperti diberitakan, bayi Lasmaria dan Toni diculik pada Selasa (25/3/2014) sekira pukul 19.30 WIB. Pelaku menyamar sebagai dokter untuk memuluskan aksinya. Aksi pelaku sempat terekam CCTV. Rekaman jadi salah satu petunjuk polisi untuk mengungkap kasus tersebut.
Baca juga:
Sekuriti yang bertemu penculik bayi merasa berdosa
"Kami backup timnya, tentu kita gabung dengan Polrestabes," kata Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol M Iriawan, di RSHS, Jumat (28/3/2014).
Tim dari Polda Jawa Barat yang diturunkan untuk membackup adalah dari Direktorat Reserser Kriminal Umum. "Hari ini Krimum terjun langsung," ungkapnya.
Iriawan mengatakan, saat ini kepolisian terus bergerak. Ia pun sempat berdiskusi dengan tim dokter, penyidik, dan korban. "Saya ingin tahu mengenai hilangnya bayi tersebut," ucapnya.
Tapi ia ogah memberikan bocoran perkembangan hasil penyelidikan. "Sabar dulu, kita sedang melakukan pendalaman," pintanya.
Iriawan menambahkan, motif dari kasus itu juga sedang ditelusuri. "Kita akan terus melakuka pengungkapan kasus ini, apakah memang betul ini penculikan, rekayasa, atau sindikat bayi. Beberapa alternatif kita dalami," tuturnya.
Disinggung adanya indikasi bayi itu akan dijual, ia menyatakan hal itu bisa saja terjadi. "Mungkin ada juga (indikasi ke arah sana). Tapi kita belum bisa memastikan," pungkasnya.
Seperti diberitakan, bayi Lasmaria dan Toni diculik pada Selasa (25/3/2014) sekira pukul 19.30 WIB. Pelaku menyamar sebagai dokter untuk memuluskan aksinya. Aksi pelaku sempat terekam CCTV. Rekaman jadi salah satu petunjuk polisi untuk mengungkap kasus tersebut.
Baca juga:
Sekuriti yang bertemu penculik bayi merasa berdosa
(lns)