Sekuriti yang bertemu penculik bayi merasa berdosa
Jum'at, 28 Maret 2014 - 14:44 WIB
Sekuriti yang bertemu penculik bayi merasa berdosa
A
A
A
Sindonews.com - RH, salah seorang sekuriti RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat, hingga kini masih diselimuti gelisah. RH mengaku sempat bertemu dengan penculik bayi di sekitar RSHS.
Tapi RH luput mengawasi pelaku yang membawa bayi pasangan Toni Manurung (26) dan Lasmaria Boru Manulang (24). Itu karena pelaku menggunakan 'trik sulap' untuk menyembunyikan bayi yang diculiknya agar lolos dari pengamatan sekuriti.
Saat itu, tepatnya 25 Maret sekira pukul 19.30 WIB, pelaku keluar dari pintu RSHS di Jalan Dr Djundjunan atau Pasteur. Pelaku lolos begitu saja dan meninggalkan RSHS dengan mulus.
RH pun kaget bukan kepalang begitu tahu ada bayi yang diculik. Apalagi akhirnya diketahui RH ternyata pernah bertemu dengan pelaku sebelum kabur dari RSHS.
"Yang bersangkutan (RH) bilang kok mimpi apa saya sampai seperti ini," ujar Koordinator Sekuriti RSHS, Yayat Sudrajat, Jumat (28/3/2014).
Tapi hal itu sudah terjadi, RH yang sudah dua tahun bekerja sebagai sekuriti di RSHS pun hanya bisa menyesal. "Dia merasa berdosa dan prihatin. Dia terpukul sangat berat, apalagi ini masuk (pemberitaan media) nasional," tuturnya.
Menurutnya, penculikan bayi itu sama sekali tidak diduga. "Tidak bisa diprediksi kejadian seperti itu. Itu yang membuat dia (RH) merasa bersalah," ucap Yayat.
Meski dalam kondisi tertekan, RH menurutnya masih bertugas seperti biasa. Ia tetap menjalankan tugas dan tanggungjawabnya untuk menjaga keamanan di lingkungan RSHS.
Yayat mengatakan, RH siap membantu jika diperlukan agar bayi yang diculik itu segera ditemukan. "Misalnya kalau polisi membutuhkan keterangan, dia siap kapan saja," tandasnya.
Mewakili RH, ia pun berharap bayi itu segera ditemukan dan dikembalikan ke orangtuanya.
Baca juga:
Bayi pasien diculik, ini kata Satpam RSHS
Tapi RH luput mengawasi pelaku yang membawa bayi pasangan Toni Manurung (26) dan Lasmaria Boru Manulang (24). Itu karena pelaku menggunakan 'trik sulap' untuk menyembunyikan bayi yang diculiknya agar lolos dari pengamatan sekuriti.
Saat itu, tepatnya 25 Maret sekira pukul 19.30 WIB, pelaku keluar dari pintu RSHS di Jalan Dr Djundjunan atau Pasteur. Pelaku lolos begitu saja dan meninggalkan RSHS dengan mulus.
RH pun kaget bukan kepalang begitu tahu ada bayi yang diculik. Apalagi akhirnya diketahui RH ternyata pernah bertemu dengan pelaku sebelum kabur dari RSHS.
"Yang bersangkutan (RH) bilang kok mimpi apa saya sampai seperti ini," ujar Koordinator Sekuriti RSHS, Yayat Sudrajat, Jumat (28/3/2014).
Tapi hal itu sudah terjadi, RH yang sudah dua tahun bekerja sebagai sekuriti di RSHS pun hanya bisa menyesal. "Dia merasa berdosa dan prihatin. Dia terpukul sangat berat, apalagi ini masuk (pemberitaan media) nasional," tuturnya.
Menurutnya, penculikan bayi itu sama sekali tidak diduga. "Tidak bisa diprediksi kejadian seperti itu. Itu yang membuat dia (RH) merasa bersalah," ucap Yayat.
Meski dalam kondisi tertekan, RH menurutnya masih bertugas seperti biasa. Ia tetap menjalankan tugas dan tanggungjawabnya untuk menjaga keamanan di lingkungan RSHS.
Yayat mengatakan, RH siap membantu jika diperlukan agar bayi yang diculik itu segera ditemukan. "Misalnya kalau polisi membutuhkan keterangan, dia siap kapan saja," tandasnya.
Mewakili RH, ia pun berharap bayi itu segera ditemukan dan dikembalikan ke orangtuanya.
Baca juga:
Bayi pasien diculik, ini kata Satpam RSHS
(lns)