Kematian mencurigakan, makam PRT dibongkar lagi
Kamis, 27 Maret 2014 - 17:17 WIB
Kematian mencurigakan, makam PRT dibongkar lagi
A
A
A
Sindonews.com - Polres Ogan Komering Ilir (OKI) membongkar makam pembantu rumah tangga (PRT) bernama Rani Novia (15), warga Ulak Kemang, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk melakukan autopsi.
Proses autopsi dilakukan Kamis (27/3/2014) sesuai permintaan pihak keluarga karena diduga kematian korban tak wajar.
Proses autopsi yang dilakukan di pemakaman keluarga di Desa Ulak Kemang, Kecamatan Pampangan OKI dikawal ketat puluhan personil Satreskrim Polres OKI dan Polsek Pampangan.
Warga setempat juga terlihat memadati lokasi pemakaman guna melihat secara langsung proses otopsi yang dilakukan Tim Forensik yang diketuai Kompol Mansuri dari rumah sakit (RS) Bhayangkara Palembang.
"Awalnya korban dinyatakan meninggal dunia lantaran penyakit maag kronis. Namun anehnya, sebelum meninggal korban ini kejang-kejang dan dari mulutnya mengeluarkan busa," ujar Kasat Reskrim Polres OKI AKP Surachman.
Menurutnya, awal kejadian bermula ketika korban Novia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman Helen, warga Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan, OKI.
Surachman menjelaskan, awal kematian korban diketahui setelah sekitar 4 hari bekerja bersama majikannya Helen, yakni 7 Februari 2014 lalu.
Korban kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa, oleh terlapor dibawa ke Puskesmas Tulung Selapan.
Namun karena pihak puskesmas tidak sanggup, korban rencananya akan dirujuk ke Palembang, tetapi dalam persiapan ke Palembang ini korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Kabar kematian korbanpun sempat menghebohkan warga dan kerabat korban yang mengetahui setelah jenazah korban diantarkan sang majikan ke rumah duka di Desa Ulak Kemang, Kecamatan Pampangan.
"Saat jenazah korban dijemput oleh Kades Ulak Kemang, ibu korban bernama Nisa tidak berada di rumah, hanya ada nenek korban saja, korban kemudian langsung dimakamkan," timpalnya.
Tak beberapa lama, sang ibupun akhirnya pulang dan merasa sangat terpukul dengan kejadian yang dialami putrinya.
"Oleh karena tidak puas, sang ibupun akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres OKI. Hasil pemeriksaan kami terhadap majikan korban, dirinya mengakui jika tidak melakukan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Untuk itulah kami akhirnya melakukan autopsi, semoga nantinya ditemui kejelasan penyebab kematian korban," jelasnya.
Mengenai proses autopsi sendiri, kata dia, pihaknya belum bisa memberikan informasi banyak karena tim forensik didampingi pihak Fakultas Kedokteran Unsri masih bekerja.
Proses autopsi dilakukan Kamis (27/3/2014) sesuai permintaan pihak keluarga karena diduga kematian korban tak wajar.
Proses autopsi yang dilakukan di pemakaman keluarga di Desa Ulak Kemang, Kecamatan Pampangan OKI dikawal ketat puluhan personil Satreskrim Polres OKI dan Polsek Pampangan.
Warga setempat juga terlihat memadati lokasi pemakaman guna melihat secara langsung proses otopsi yang dilakukan Tim Forensik yang diketuai Kompol Mansuri dari rumah sakit (RS) Bhayangkara Palembang.
"Awalnya korban dinyatakan meninggal dunia lantaran penyakit maag kronis. Namun anehnya, sebelum meninggal korban ini kejang-kejang dan dari mulutnya mengeluarkan busa," ujar Kasat Reskrim Polres OKI AKP Surachman.
Menurutnya, awal kejadian bermula ketika korban Novia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman Helen, warga Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan, OKI.
Surachman menjelaskan, awal kematian korban diketahui setelah sekitar 4 hari bekerja bersama majikannya Helen, yakni 7 Februari 2014 lalu.
Korban kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa, oleh terlapor dibawa ke Puskesmas Tulung Selapan.
Namun karena pihak puskesmas tidak sanggup, korban rencananya akan dirujuk ke Palembang, tetapi dalam persiapan ke Palembang ini korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Kabar kematian korbanpun sempat menghebohkan warga dan kerabat korban yang mengetahui setelah jenazah korban diantarkan sang majikan ke rumah duka di Desa Ulak Kemang, Kecamatan Pampangan.
"Saat jenazah korban dijemput oleh Kades Ulak Kemang, ibu korban bernama Nisa tidak berada di rumah, hanya ada nenek korban saja, korban kemudian langsung dimakamkan," timpalnya.
Tak beberapa lama, sang ibupun akhirnya pulang dan merasa sangat terpukul dengan kejadian yang dialami putrinya.
"Oleh karena tidak puas, sang ibupun akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres OKI. Hasil pemeriksaan kami terhadap majikan korban, dirinya mengakui jika tidak melakukan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Untuk itulah kami akhirnya melakukan autopsi, semoga nantinya ditemui kejelasan penyebab kematian korban," jelasnya.
Mengenai proses autopsi sendiri, kata dia, pihaknya belum bisa memberikan informasi banyak karena tim forensik didampingi pihak Fakultas Kedokteran Unsri masih bekerja.
(sms)