450 ton kayu hasil perambahan Cagar Biosfer disita
Kamis, 27 Maret 2014 - 03:01 WIB
450 ton kayu hasil perambahan Cagar Biosfer disita
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 450 ton kayu yang merupakan hasil pembalakan liar di kawasan cagar biosfer Giak Siak Kecil Kabupaten Bengkalis, Riau disita.
Kayu hasil penjarahan massal ini merupakan pengungkapan yang dilakukan satgas darat penangulangan asap Riau yang terdiri dari tim gabungan TNI dan Polri.
Kayu berbentuk olahan berbentuk papan tersebut ditemukan di aliran kanal (sungai kecil) di daerah Kecamatan Pinggir Bengkalis. Di lokasi juga ditemukan sejumlah shawmil (tempat kerja perambah).
"Kayu sebanyak 450 ton itu kini sudah diamankan tim satgas darat. Diperkirakan akibat perambahan ini sudah sekira 3.000 hektare cagar biosfer terbakar," kata Komandan Satgas Penanggulangan asap Riau, Brigjen Prihadi Agus Irianto, Rabu (26/3/2014).
Bgigjen Prihadi yang menjabat Komandan Korem 031 Wirabima Pekanbaru menjelaskan diduga aksi perambahan di cagar biosfer sudah berlangsung bertahun-tahun.
Sementara itu hari ini pihak Polres Bengkalis kembali menangkap seorang perambah. Tersangka ditangkap berinisial I ditangkap di di daerah hutan di Sungai Gadung Desa Ketam Putih Bengkalis.
Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo mengatakan tersangka ditangkap saat melakukan ilegal logging. Disana polisi menemukan tempat penggergajian kayu (sawmil) dan juga menyita mesin gergaji kayu.
"Satu orang ditangkap dan satu melarikan diri. Saat ini sudah 38 orang kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran dan perambahan cagar biosfer," kata Andry.
Baca juga:
Perambah hutan mengaku tak tahu Cagar Biosfer
Kayu hasil penjarahan massal ini merupakan pengungkapan yang dilakukan satgas darat penangulangan asap Riau yang terdiri dari tim gabungan TNI dan Polri.
Kayu berbentuk olahan berbentuk papan tersebut ditemukan di aliran kanal (sungai kecil) di daerah Kecamatan Pinggir Bengkalis. Di lokasi juga ditemukan sejumlah shawmil (tempat kerja perambah).
"Kayu sebanyak 450 ton itu kini sudah diamankan tim satgas darat. Diperkirakan akibat perambahan ini sudah sekira 3.000 hektare cagar biosfer terbakar," kata Komandan Satgas Penanggulangan asap Riau, Brigjen Prihadi Agus Irianto, Rabu (26/3/2014).
Bgigjen Prihadi yang menjabat Komandan Korem 031 Wirabima Pekanbaru menjelaskan diduga aksi perambahan di cagar biosfer sudah berlangsung bertahun-tahun.
Sementara itu hari ini pihak Polres Bengkalis kembali menangkap seorang perambah. Tersangka ditangkap berinisial I ditangkap di di daerah hutan di Sungai Gadung Desa Ketam Putih Bengkalis.
Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo mengatakan tersangka ditangkap saat melakukan ilegal logging. Disana polisi menemukan tempat penggergajian kayu (sawmil) dan juga menyita mesin gergaji kayu.
"Satu orang ditangkap dan satu melarikan diri. Saat ini sudah 38 orang kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran dan perambahan cagar biosfer," kata Andry.
Baca juga:
Perambah hutan mengaku tak tahu Cagar Biosfer
(lns)