Orangtua bayi hilang, belum berencana gugat RSHS
Kamis, 27 Maret 2014 - 00:33 WIB
Orangtua bayi hilang, belum berencana gugat RSHS
A
A
A
Sindonews.com - Kesedihan masih terpancar di wajah Toni Manurung (26) pasca bayinya hilang diculik seorang perempuan di RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/3/2014).
Saat ini, hanya satu yang ada dalam pikirannya. Ia ingin sang anak segera ditemukan.
"Saya hanya ingin secepatnya anak saya ketemu," kata Toni di RSHS, Rabu (26/3/2014).
Dalam keadaan yang masih syok, ia pun tidak terpikir untuk melayangkan gugatan bagi RSHS. "Masalah gugatan belum kepikiran. Sekarang fokus ke sini dulu," jelasnya.
Toni sendiri adalah seorang sopir angkot jurusan Bandung-Caringin. "Kalau istri saya ibu rumah tangga saja," ucapnya.
Bayi yang baru dilahirkan adalah anak keduanya. Meski sempat berharap memiliki anak laki-laki, Toni mengaku sangat menyayangi anaknya yang diculiki.
Sementara itu, Direktur Utama RSHS, Bayu Wahyudi, belum bisa memastikan apakah pelaku berasal dari internal RSHS atau bukan. "Yang jelas apabila itu dari internal RSHS akan kita tindak tegas," ujarnya.
Proses selanjutnya diserahkan ke polisi. Dalam saat bersamaan, RSHS juga melakukan investigasi agar kasus itu cepat terungkap.
"Kasus ini sedang kami tindaklanjuti. Kami ingin bayi ini segera kembali pada yang berhak yaitu kedua orangtuanya," tandas Bayu.
Baca juga:
3 tim khusus Polrestabes Bandung buru penculik bayi RSHS
Saat ini, hanya satu yang ada dalam pikirannya. Ia ingin sang anak segera ditemukan.
"Saya hanya ingin secepatnya anak saya ketemu," kata Toni di RSHS, Rabu (26/3/2014).
Dalam keadaan yang masih syok, ia pun tidak terpikir untuk melayangkan gugatan bagi RSHS. "Masalah gugatan belum kepikiran. Sekarang fokus ke sini dulu," jelasnya.
Toni sendiri adalah seorang sopir angkot jurusan Bandung-Caringin. "Kalau istri saya ibu rumah tangga saja," ucapnya.
Bayi yang baru dilahirkan adalah anak keduanya. Meski sempat berharap memiliki anak laki-laki, Toni mengaku sangat menyayangi anaknya yang diculiki.
Sementara itu, Direktur Utama RSHS, Bayu Wahyudi, belum bisa memastikan apakah pelaku berasal dari internal RSHS atau bukan. "Yang jelas apabila itu dari internal RSHS akan kita tindak tegas," ujarnya.
Proses selanjutnya diserahkan ke polisi. Dalam saat bersamaan, RSHS juga melakukan investigasi agar kasus itu cepat terungkap.
"Kasus ini sedang kami tindaklanjuti. Kami ingin bayi ini segera kembali pada yang berhak yaitu kedua orangtuanya," tandas Bayu.
Baca juga:
3 tim khusus Polrestabes Bandung buru penculik bayi RSHS
(lns)