Di Johar Baru, 1 meter persegi dihuni 17 orang
Rabu, 26 Maret 2014 - 18:32 WIB
Di Johar Baru, 1 meter persegi dihuni 17 orang
A
A
A
Sindonews.com - Sempitnya lahan di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat membuat warganya harus hidup berhimpitan. Saat ini, area seluas satu meter persegi dihuni hingga 17 orang.
Akibatnya, dampak sosial di kawasan tersebut juga cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari seringnya sesama warga terlibat tawuran.
Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Musni Umar mengatakan, untuk mengatasi masalah rumah tinggal di Kecamatan Johar Baru tidak cocok dengan kampung deret.
"Lahannya terbatas, jadi yang cocok hanya rumah susun," katanya usai menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Rabu (26/3/2014).
Berdasarkan data yang dimilikinya, lajut Musni, tercatat ada 133 ribu warga yang menetap di lahan seluas 233,16 hektare.
"Kalau saya hitung-hitung satu meter persegi tanah dihuni oleh sekitar 17 orang," katanya.
Musni mengatakan bahwa pembangunan hunian vertikal atau rumah susun menjadi jawaban atas masalah di Johar Baru.
"Pembangunan ini bisa dibangun vertikal mungkin 20-40 lantai," ujarnya.
Musni mengatakan bahwa jika memang usulan ini disetujui Pemprov DKI maka pemukiman liar dapat dibebaskan yaitu di pinggiran Kali Sentiong.
"Wagub sudah menugaskan camat dan lurah untuk koordinasi dengan masyarakat, dan saya sebagai sosiolog juga akan ikut membantu," terangnya.
Akibatnya, dampak sosial di kawasan tersebut juga cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari seringnya sesama warga terlibat tawuran.
Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Musni Umar mengatakan, untuk mengatasi masalah rumah tinggal di Kecamatan Johar Baru tidak cocok dengan kampung deret.
"Lahannya terbatas, jadi yang cocok hanya rumah susun," katanya usai menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Rabu (26/3/2014).
Berdasarkan data yang dimilikinya, lajut Musni, tercatat ada 133 ribu warga yang menetap di lahan seluas 233,16 hektare.
"Kalau saya hitung-hitung satu meter persegi tanah dihuni oleh sekitar 17 orang," katanya.
Musni mengatakan bahwa pembangunan hunian vertikal atau rumah susun menjadi jawaban atas masalah di Johar Baru.
"Pembangunan ini bisa dibangun vertikal mungkin 20-40 lantai," ujarnya.
Musni mengatakan bahwa jika memang usulan ini disetujui Pemprov DKI maka pemukiman liar dapat dibebaskan yaitu di pinggiran Kali Sentiong.
"Wagub sudah menugaskan camat dan lurah untuk koordinasi dengan masyarakat, dan saya sebagai sosiolog juga akan ikut membantu," terangnya.
(ysw)