Ini penuturan Toni seputar cerita bayinya yang hilang
Rabu, 26 Maret 2014 - 15:39 WIB
Ini penuturan Toni seputar cerita bayinya yang hilang
A
A
A
Sindonews.com - Meski terbata-bata, Toni Manurung (26) berusaha menceritakan kronologi penculikan bayinya yang terjadi pada Selasa (25/3/2014) di RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat.
Sebelum melahirkan, istri Toni, Lasmaria, sempat melihat pelaku mondar-mandir di dekat ruang persalinan. Tapi saat itu tidak ada kecurigaan, apalagi pelaku berpakaian seperti layaknya dokter.
Usai melahirkan, Lasmaria dan sang bayi perempuannya dipindahkan ke ruang Alamanda. Sang penculik sempat datang ke ruang Alamanda sekira dua kali. Pertama, dia meminta co ass untuk memakaikan bedong pada bayi Toni dan Lasmaria. Kedua, sekira pukul 18.00 WIB, pelaku menanyakan kabar Lasmaria.
"Waktu itu dia nanya ke istri saya, bagaimana ibu, sehat. Istri saya menjawab sehat," ujar Toni di RSHS, Rabu (26/3/2014).
Setelah itu, pelaku keluar ruangan. Tapi dia kembali masuk ke ruangan sekira pukul 19.15 WIB. Saat itu, dia datang menanyakan kapan Larisma dan sang bayi akan dibawa pulang. Toni pun menjawab akan pulang keesokan harinya atau hari ini.
Penculik berjenis kelamin perempuan itu lalu meminta Lasmaria mengganti sarung yang dipakai karena masih ada bercak darahnya. Sedangkan Toni disuruh menemani Lasmaria ke kamar mandi.
Sebelum keduanya ke kamar mandi, pelaku sempat meminta KTP Toni untuk didata. "Pelaku meminta KTP saya lalu dibalikin. Waktu dibalikin kelihatan wajahnya agak ragu-ragu, sudah enggak enak. Tapi saya enggak curiga," jelas Toni.
KTP itu menurutnya diperlukan untuk mengisi administrasi untuk kepulangan sang istri. "Dia ngakunya dokter bagian administrasi. Katanya mau disusun administrasi (kepulangannya)," tuturnya.
Tanpa curiga, bayi itu lalu dititipkan dalam gendongan sang pelaku. Setelah sekira 10 menit, Toni dan Lasmaria kembali ke ruangan, bayi dan sang dokter gadungan itu sudah tak ada di tempat.
Setelah dicari-cari, akhirnya diketahui bahwa anaknya diculik. Kini, Toni dan Lasmaria pun hanya bisa berharap anaknya segera ditemukan pihak kepolisian. "Saya berharap anak saya cepat ketemu," kata Toni dengan lirih.
Baca juga :
Penculik bayi di RSHS menyamar sebagai dokter
Sebelum melahirkan, istri Toni, Lasmaria, sempat melihat pelaku mondar-mandir di dekat ruang persalinan. Tapi saat itu tidak ada kecurigaan, apalagi pelaku berpakaian seperti layaknya dokter.
Usai melahirkan, Lasmaria dan sang bayi perempuannya dipindahkan ke ruang Alamanda. Sang penculik sempat datang ke ruang Alamanda sekira dua kali. Pertama, dia meminta co ass untuk memakaikan bedong pada bayi Toni dan Lasmaria. Kedua, sekira pukul 18.00 WIB, pelaku menanyakan kabar Lasmaria.
"Waktu itu dia nanya ke istri saya, bagaimana ibu, sehat. Istri saya menjawab sehat," ujar Toni di RSHS, Rabu (26/3/2014).
Setelah itu, pelaku keluar ruangan. Tapi dia kembali masuk ke ruangan sekira pukul 19.15 WIB. Saat itu, dia datang menanyakan kapan Larisma dan sang bayi akan dibawa pulang. Toni pun menjawab akan pulang keesokan harinya atau hari ini.
Penculik berjenis kelamin perempuan itu lalu meminta Lasmaria mengganti sarung yang dipakai karena masih ada bercak darahnya. Sedangkan Toni disuruh menemani Lasmaria ke kamar mandi.
Sebelum keduanya ke kamar mandi, pelaku sempat meminta KTP Toni untuk didata. "Pelaku meminta KTP saya lalu dibalikin. Waktu dibalikin kelihatan wajahnya agak ragu-ragu, sudah enggak enak. Tapi saya enggak curiga," jelas Toni.
KTP itu menurutnya diperlukan untuk mengisi administrasi untuk kepulangan sang istri. "Dia ngakunya dokter bagian administrasi. Katanya mau disusun administrasi (kepulangannya)," tuturnya.
Tanpa curiga, bayi itu lalu dititipkan dalam gendongan sang pelaku. Setelah sekira 10 menit, Toni dan Lasmaria kembali ke ruangan, bayi dan sang dokter gadungan itu sudah tak ada di tempat.
Setelah dicari-cari, akhirnya diketahui bahwa anaknya diculik. Kini, Toni dan Lasmaria pun hanya bisa berharap anaknya segera ditemukan pihak kepolisian. "Saya berharap anak saya cepat ketemu," kata Toni dengan lirih.
Baca juga :
Penculik bayi di RSHS menyamar sebagai dokter
(sms)