Diancam panah, Polantas tangkap penjambret pakai tongkat
Rabu, 26 Maret 2014 - 15:07 WIB
Diancam panah, Polantas tangkap penjambret pakai tongkat
A
A
A
Sindonews.com - Aksi petugas lalu lintas (Polantas) Polrestabes Makassar, Bripka Yoseph terbilang nekad dalam menangkap seorang penjambret.
Meski hanya menggunakan senjata tongkat namun dia mampu menangkap seorang pelaku penjambret yang mengancam dengan busur anak panah di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Rabu (26/3/2014) sekira pukul 11.30 Wita.
Kejadian itu berawal saat tas salah seorang wanita yang belum diketahui identitasnya dijambret oleh pelaku bernama Rahim (30), di lokasi Jalan Sunu, Bontoala, Makassar.
Bripka Yoseph yang saat itu masih menggunakan seragam polantasnya istirahat dan hendak makan usai mengatur lalu lintas di Jalan Masjid Raya.
Namun, terdengar suara wanita berteriak meminta pertolongan dan seketika itu Bripka Yoseph langsung mengejarnya hingga ke lorong Jalan Pongtiku, Bontoala, Makassar
Menurut Bripka Yoseph, bahwa dirinya mengejar pelaku penjambret yang menggunakan busur dan melepaskan anak panahnya sebanyak tiga kali namun tidak kena. Dan kemudian menghampirinya lalu memukul tangan kanannya hingga tak berdaya.
"Saya kejar dan buru sampai ke ujung lorong. Setelah saya tangkap, warga kemudian menghakiminya hingga babak belur," ujar Yoseph usai melaporkan kejadian itu ke atasannya di Polrestabes Makassar, Rabu (26/3/2014).
Humas Polrestabes Makassar, Kompol Mantasiah, mengatakan pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit atas luka yang dialaminya dan diproses di Polsek Bontoala. Pelaku yang ditangkap anggota Polantas adalah pria bertato dan dikenal pelaku kriminal.
"Silahkan ke Polsek Bontoala, mereka sudah periksa pelakunya," kata Mantasiah.
Di Polsek Bontoala, pelaku penjambretan, Rahim diakui adalah pimpinan komplotan penjambret yang meresahkan warga Kota Makassar. Di dalam tubuh pelaku nampak tato dari tubuhnya hingga sampai kakinya.
Saat diperiksa di unit Reskrim lantai II Polsek Bontoala, pelaku terlihat merenggang dengan pembalut luka yang melilit di kepalanya.
Meski hanya menggunakan senjata tongkat namun dia mampu menangkap seorang pelaku penjambret yang mengancam dengan busur anak panah di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Rabu (26/3/2014) sekira pukul 11.30 Wita.
Kejadian itu berawal saat tas salah seorang wanita yang belum diketahui identitasnya dijambret oleh pelaku bernama Rahim (30), di lokasi Jalan Sunu, Bontoala, Makassar.
Bripka Yoseph yang saat itu masih menggunakan seragam polantasnya istirahat dan hendak makan usai mengatur lalu lintas di Jalan Masjid Raya.
Namun, terdengar suara wanita berteriak meminta pertolongan dan seketika itu Bripka Yoseph langsung mengejarnya hingga ke lorong Jalan Pongtiku, Bontoala, Makassar
Menurut Bripka Yoseph, bahwa dirinya mengejar pelaku penjambret yang menggunakan busur dan melepaskan anak panahnya sebanyak tiga kali namun tidak kena. Dan kemudian menghampirinya lalu memukul tangan kanannya hingga tak berdaya.
"Saya kejar dan buru sampai ke ujung lorong. Setelah saya tangkap, warga kemudian menghakiminya hingga babak belur," ujar Yoseph usai melaporkan kejadian itu ke atasannya di Polrestabes Makassar, Rabu (26/3/2014).
Humas Polrestabes Makassar, Kompol Mantasiah, mengatakan pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit atas luka yang dialaminya dan diproses di Polsek Bontoala. Pelaku yang ditangkap anggota Polantas adalah pria bertato dan dikenal pelaku kriminal.
"Silahkan ke Polsek Bontoala, mereka sudah periksa pelakunya," kata Mantasiah.
Di Polsek Bontoala, pelaku penjambretan, Rahim diakui adalah pimpinan komplotan penjambret yang meresahkan warga Kota Makassar. Di dalam tubuh pelaku nampak tato dari tubuhnya hingga sampai kakinya.
Saat diperiksa di unit Reskrim lantai II Polsek Bontoala, pelaku terlihat merenggang dengan pembalut luka yang melilit di kepalanya.
(sms)