Tour of duty Polri tak merata picu stres
Selasa, 25 Maret 2014 - 12:26 WIB
Tour of duty Polri tak merata picu stres
A
A
A
Sindonews.com - Minimnya perpindahan tugas atau tour of duty anggota polisi berpangkat rendah di Polda Metro Jaya diduga menjadi penyebab banyaknya kecemburuan antar anggota Polri.
Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurahman mengatakan, tidak meratanya tour of duty atau roling tugas diantara pangkat terendah membuat banyaknya kecemburuan yang akibatnya banyak kelompok-kelompok yang tertinggal.
"Jadi sesama anggota juga ada kecemburuan, ini bisa menimbulkan stres dan juga depresi," katanya ketika dihubungi, Selasa (25/3/2014).
Dia melanjutkan, dirinya mengambil contoh dengan Brigadir S yang menembak atasannya karena sakit hati ketika ditegur. Menurutnya, tersangka sudah bertugas selama 17 tahun tersebut mungkin sudah merasa jenuh di kesatuan yang sama selama bertugas.
"Mungkin dia merasa tidak dihargai prestasinya padahal dia sudah lama berugas disana, sehingga pada saat insiden tersebut terjadi kadar stresnya sudah cukup tinggi," tegasnya.
Menurutnya, selama ini pihak Polri hanya melakukan pergantian tugas atau tour of duty hanya untuk kelompok-kelompok tertentu seperti lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) sehingga terlihat tidak merata.
"Ya, kita lihat enggak merata, hanya kelompok tertentu saja," tuturnya.
Untuk itu, dia berharap pihak kepolisian juga segera melakukan evaluasi dengan hal tersebut. Menurutnya, pemilihan tempat tugas atau tour of duty bisa dilakukan dengan prestasi disatuan-satuan kerjanya. Bila memang berprestasi maka akan diberikan apresiasi yang lebih bagus.
"Kita harus melihat kasus ini secara makro katakanlah dugaan pelaku ini mengalami depresi karena enggak pernah mengalami tour of duty," jelasnya.
Mungkin saja, lanjutnya, ada juga masalah pribadi di rumah atau lingkungannya. Sehingga, secara spontan hilang kendali dan melakukan penembakan tersebut.
Baca juga:
Sakit hati, indikator emosi Brigadir Susanto buruk
Ini alasan Brigadir Susanto habisi nyawa atasannya
Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurahman mengatakan, tidak meratanya tour of duty atau roling tugas diantara pangkat terendah membuat banyaknya kecemburuan yang akibatnya banyak kelompok-kelompok yang tertinggal.
"Jadi sesama anggota juga ada kecemburuan, ini bisa menimbulkan stres dan juga depresi," katanya ketika dihubungi, Selasa (25/3/2014).
Dia melanjutkan, dirinya mengambil contoh dengan Brigadir S yang menembak atasannya karena sakit hati ketika ditegur. Menurutnya, tersangka sudah bertugas selama 17 tahun tersebut mungkin sudah merasa jenuh di kesatuan yang sama selama bertugas.
"Mungkin dia merasa tidak dihargai prestasinya padahal dia sudah lama berugas disana, sehingga pada saat insiden tersebut terjadi kadar stresnya sudah cukup tinggi," tegasnya.
Menurutnya, selama ini pihak Polri hanya melakukan pergantian tugas atau tour of duty hanya untuk kelompok-kelompok tertentu seperti lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) sehingga terlihat tidak merata.
"Ya, kita lihat enggak merata, hanya kelompok tertentu saja," tuturnya.
Untuk itu, dia berharap pihak kepolisian juga segera melakukan evaluasi dengan hal tersebut. Menurutnya, pemilihan tempat tugas atau tour of duty bisa dilakukan dengan prestasi disatuan-satuan kerjanya. Bila memang berprestasi maka akan diberikan apresiasi yang lebih bagus.
"Kita harus melihat kasus ini secara makro katakanlah dugaan pelaku ini mengalami depresi karena enggak pernah mengalami tour of duty," jelasnya.
Mungkin saja, lanjutnya, ada juga masalah pribadi di rumah atau lingkungannya. Sehingga, secara spontan hilang kendali dan melakukan penembakan tersebut.
Baca juga:
Sakit hati, indikator emosi Brigadir Susanto buruk
Ini alasan Brigadir Susanto habisi nyawa atasannya
(ysw)