Asupan gizi Ginan lewat selang
Selasa, 25 Maret 2014 - 12:22 WIB
Asupan gizi Ginan lewat selang
A
A
A
Sindonews.com - Mulut Ginan Septian Nugraha hingga usia enam bulan masih menganga. Asupan gizi pun terhambat. Satu-satunya jalan agar ASI atau asupan gizi tetap masuk ke tubuhnya adalah melalui alat bantu sounde atau berupa selang.
"Mulutnya belum bisa menutup, jadi (asupan gizi) masih melalui selang," ujar Direktur Medik RS Hasan Sadikin, Rudi Kadarsyah, Selasa (25/3/2014).
Karena mulutnya seperti itu, Ginan belum diizinkan pulang dari RSHS. Jika ia berada di luar rumah sakit, khawatir kondisinya tidak terjaga dengan baik.
"Kalau kembali ke tempat tinggalnya khawatir kondisinya jadi tidak baik," ungkapnya.
Dengan kondisi mulut terbuka, dikhawatirkan berbagai kuman, bakteri, maupun virus bisa hingga di mulutnya. Bukan tidak mungkin hal itu akan membuat mulutnya infeksi.
Seperti diberitakan, Ginan Septian Nugraha lahir pada Kamis, 19 September 2013, di rumah orangtuanya di Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Ia lahir secara normal dengan bantuan bidan desa.
Setelah keluar dari rahim, baru diketahui bahwa Ginan memiliki saudara kembar. Tapi saudara kembarnya tidak sempurna dan menjadi parasit dengan menempel di mulut Ginan.
Karena kondisinya itu, Ginan dirujuk ke Rumah Sakit Cibabat Kota Cimahi. Ginan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Ginan merupakan anak ketiga anak pasangan Aep Supriatna (36) dan Yani Mulyani (33). Keluarga ini terbilang tidak mampu. Aep bekerja sebagai penjual es cincau keliling, sedangkan Yani hanya ibu rumah tangga biasa.
"Mulutnya belum bisa menutup, jadi (asupan gizi) masih melalui selang," ujar Direktur Medik RS Hasan Sadikin, Rudi Kadarsyah, Selasa (25/3/2014).
Karena mulutnya seperti itu, Ginan belum diizinkan pulang dari RSHS. Jika ia berada di luar rumah sakit, khawatir kondisinya tidak terjaga dengan baik.
"Kalau kembali ke tempat tinggalnya khawatir kondisinya jadi tidak baik," ungkapnya.
Dengan kondisi mulut terbuka, dikhawatirkan berbagai kuman, bakteri, maupun virus bisa hingga di mulutnya. Bukan tidak mungkin hal itu akan membuat mulutnya infeksi.
Seperti diberitakan, Ginan Septian Nugraha lahir pada Kamis, 19 September 2013, di rumah orangtuanya di Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Ia lahir secara normal dengan bantuan bidan desa.
Setelah keluar dari rahim, baru diketahui bahwa Ginan memiliki saudara kembar. Tapi saudara kembarnya tidak sempurna dan menjadi parasit dengan menempel di mulut Ginan.
Karena kondisinya itu, Ginan dirujuk ke Rumah Sakit Cibabat Kota Cimahi. Ginan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Ginan merupakan anak ketiga anak pasangan Aep Supriatna (36) dan Yani Mulyani (33). Keluarga ini terbilang tidak mampu. Aep bekerja sebagai penjual es cincau keliling, sedangkan Yani hanya ibu rumah tangga biasa.
(lns)