Ginan 'bayi berjanin' akan dioperasi setelah umur 1 tahun
Selasa, 25 Maret 2014 - 11:35 WIB
Ginan 'bayi berjanin' akan dioperasi setelah umur 1 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Masih ingat dengan Ginan Septian Nugraha? Ya, Ginan adalah bayi yang di mulutnya sempat menempel parasit (calon kembarannya). Hingga kini ia masih dirawat intensif di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung, Jawa Barat.
Dirut RSHS, Bayu Wahyudi, mengatakan kondisi Ginan terus membaik dan stabil. "Tapi ada beberapa hal di mana kita harus melakukan perbaikan," katanya, Selasa (25/3/2014).
Ginan yang kini berusia enam bulan, mulutnya masih menganga meski parasit sudah dilepaskan dari mulutnya. Agar mulutnya mendekati normal, diperlukan rekonstruksi dan beberapa perbaikan lainnya.
"Kami sudah prediksi, (tindakan operasi berikutnya) akan dilakukan setelah usianya minimal satu tahun," jelas Bayu.
Untuk operasi, banyak dokter yang dilibatkan, mulai dari dokter bedah mulut, dokter bedah plastik, hingga dokter THT. "Nanti tim yang bekerja," ucapnya.
Kepala Staf Medik Fungsional (SMF) Ilmu Kesehatan Anak RSHS, Djatnika Setiabudi, menambahkan operasi tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Perlu berbagai persiapan, pertimbangan, termasuk melihat kondisi Ginan untuk dilakukan operasi pada mulutnya.
Ginan Septian Nugraha lahir pada Kamis, 19 September 2013, di rumah orangtuanya di Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Ia lahir secara normal dengan bantuan bidan desa.
Setelah keluar dari rahim, baru diketahui bahwa Ginan memiliki saudara kembar. Tapi saudara kembarnya tidak sempurna dan menjadi parasit dengan menempel di mulut Ginan.
Karena kondisinya itu, Ginan dirujuk ke Rumah Sakit Cibabat Kota Cimahi. Ginan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Ginan merupakan anak ketiga anak pasangan Aep Supriatna (36) dan Yani Mulyani (33). Keluarga ini terbilang tidak mampu. Aep bekerja sebagai penjual es cincau keliling, sedangkan Yani hanya ibu rumah tangga biasa.
Baca juga:
Apa kabar bayi Ginan?
Dirut RSHS, Bayu Wahyudi, mengatakan kondisi Ginan terus membaik dan stabil. "Tapi ada beberapa hal di mana kita harus melakukan perbaikan," katanya, Selasa (25/3/2014).
Ginan yang kini berusia enam bulan, mulutnya masih menganga meski parasit sudah dilepaskan dari mulutnya. Agar mulutnya mendekati normal, diperlukan rekonstruksi dan beberapa perbaikan lainnya.
"Kami sudah prediksi, (tindakan operasi berikutnya) akan dilakukan setelah usianya minimal satu tahun," jelas Bayu.
Untuk operasi, banyak dokter yang dilibatkan, mulai dari dokter bedah mulut, dokter bedah plastik, hingga dokter THT. "Nanti tim yang bekerja," ucapnya.
Kepala Staf Medik Fungsional (SMF) Ilmu Kesehatan Anak RSHS, Djatnika Setiabudi, menambahkan operasi tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Perlu berbagai persiapan, pertimbangan, termasuk melihat kondisi Ginan untuk dilakukan operasi pada mulutnya.
Ginan Septian Nugraha lahir pada Kamis, 19 September 2013, di rumah orangtuanya di Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Ia lahir secara normal dengan bantuan bidan desa.
Setelah keluar dari rahim, baru diketahui bahwa Ginan memiliki saudara kembar. Tapi saudara kembarnya tidak sempurna dan menjadi parasit dengan menempel di mulut Ginan.
Karena kondisinya itu, Ginan dirujuk ke Rumah Sakit Cibabat Kota Cimahi. Ginan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Ginan merupakan anak ketiga anak pasangan Aep Supriatna (36) dan Yani Mulyani (33). Keluarga ini terbilang tidak mampu. Aep bekerja sebagai penjual es cincau keliling, sedangkan Yani hanya ibu rumah tangga biasa.
Baca juga:
Apa kabar bayi Ginan?
(lns)