Pengusaha salon dibunuh karena selingkuh
Selasa, 25 Maret 2014 - 01:12 WIB
Pengusaha salon dibunuh karena selingkuh
A
A
A
Sindonews.com - Khairun Aziz Prabowo (24) tersangka pembunuh pengusaha salon asal Lampung, Sri Amini (40) mengaku kalau dirinya telah membunuh korban di Hotel Nusa Indah, Lampung Tengah.
Hal tersebut dilakukan pemuda ini karena merasa kesal dengan korban yang selingkuh dan meminta dirinya mempunyai mobil dan rumah jika ingin menikahinya.
”Dia meminta pada saya agar punya mobil dan rumah sendiri jika mau menikahinya, sementara itu saya lihat SMS di HP miliknya, ada SMS selingkuhannya, hal itulah yang membuat saya marah,” ungkapnya.
Menurut Khairun, dia berpacaran dengan korban yang juga berstatus janda itu, sudah terjalin sejak 6 bulan yang lalu.
”Kita jarang ketemu pak, saya berkerja di tambang timah di Bangka. Setidaknya cuma satu kali dalam sebulan kami bertemu, kami sudah cekcok dalam perjalanan menuju hotel. Hingga emosi saya memuncak saat di dalam hotel, saya khilaf memukul kepalanya dengan tangan kosong sebanyak 6 kali, hingga dia tidak sadarkan diri,” ungkapnya.
Melihat korban sudah tidak berdaya, pelaku membawa tas dan mobil korban kabur kearah Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, hingga akhirnya ditangkap saat di Lubuk seberuk OKI.
”Saat saya tinggalkan di hotel dia pingsan pak, saya tidak tahu kalau dia meninggal, waktu di Lubuk Seberuk saya takut kalau sudah dihadang Polisi, sehingga rencananya mobil itu akan saya tinggalkan di jalan, tetapi saya keburu ditangkap Polisi,” jelasnya.
Baca juga:
Bunuh pengusaha salon di Lampung, tertangkap di OKI
Hal tersebut dilakukan pemuda ini karena merasa kesal dengan korban yang selingkuh dan meminta dirinya mempunyai mobil dan rumah jika ingin menikahinya.
”Dia meminta pada saya agar punya mobil dan rumah sendiri jika mau menikahinya, sementara itu saya lihat SMS di HP miliknya, ada SMS selingkuhannya, hal itulah yang membuat saya marah,” ungkapnya.
Menurut Khairun, dia berpacaran dengan korban yang juga berstatus janda itu, sudah terjalin sejak 6 bulan yang lalu.
”Kita jarang ketemu pak, saya berkerja di tambang timah di Bangka. Setidaknya cuma satu kali dalam sebulan kami bertemu, kami sudah cekcok dalam perjalanan menuju hotel. Hingga emosi saya memuncak saat di dalam hotel, saya khilaf memukul kepalanya dengan tangan kosong sebanyak 6 kali, hingga dia tidak sadarkan diri,” ungkapnya.
Melihat korban sudah tidak berdaya, pelaku membawa tas dan mobil korban kabur kearah Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, hingga akhirnya ditangkap saat di Lubuk seberuk OKI.
”Saat saya tinggalkan di hotel dia pingsan pak, saya tidak tahu kalau dia meninggal, waktu di Lubuk Seberuk saya takut kalau sudah dihadang Polisi, sehingga rencananya mobil itu akan saya tinggalkan di jalan, tetapi saya keburu ditangkap Polisi,” jelasnya.
Baca juga:
Bunuh pengusaha salon di Lampung, tertangkap di OKI
(sms)