Cagar Biosfer Riau kembali membara
Senin, 24 Maret 2014 - 15:59 WIB
Cagar Biosfer Riau kembali membara
A
A
A
Sindonews.com - Setelah sebelumnya dinyatakan padam, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil di Kabupaten Bengkalis, Riau kembali membara. Ditemukan sejumlah titik api di sana.
Untuk menjinakan kawasan konservasi itu dari amukan si jago merah, pihak satgas penanggulangan kabut asap Riau kembali dikerahkan ke sana.
"Cagar biosfer memang kembali terbakar. Upaya kita adalah dengan mengerahkan heli untuk melakukan water bombing (bom air) di cagar biosfer," kata Komanda Satgas Udara penanggulangan kebakaran hutan Riau, Kolonel Andyawan, Senin (24/3/2014).
Menurut Andyawan, pemadaman melalui darat melibatkan unsur TNI, Polri dan BNPB yang tergabung dalam Satgas Darat.
Selain di Cagar Biosfer, kebakaran juga terjadi di wilayah lain. Antara lain titik api di Dumai dan Kabupaten Pelalawan.
"Untuk water bombing, kita mengerahkan sebanyak tiga helikopter. Diharapkan sebanyak mungkin heli yang dikerahkan itu bisa melakukan water bombing agar api padam," ucapnya.
Cagar Biosfer Giam Siak Kecil saat ini memang kondisinya mengenaskan. Selain terjadi perambahan besar-besaran, kawasan konservasi yang diresmikan PBB porak poranda karena terjadi pembakar. Ini dilakukan perambah untuk menyulap hutan lindung jadi kebun sawit.
Perambahan massal ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Ini baru terbongkar setelah satgas gabungan dari unsur TNI yang terdiri dari Kostrad, Marinir dan Paskhas diterjunkan langsung ke lokasi. Satgas darat ini kemudian menangkap sejumlah perambah.
Perambahan massal ini terjadi diduga karena aparat ada yang membekingi. Saat ini sekitar 3.000 hektare Cagar Biosfer Riau porak poranda. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sebelumnya ke Riau juga menyentil aparat di Riau terkesan tutup mata.
"Ilegal logging kembali di Riau. Ini ada apa, jangan ada dusta di antara kita. Perambahan dan pembakaran lahan seharusnya sudah diketahui setiap Kapolsek, Danramil, Camat, Lurah, karena mereka sangat tahu wilayah mereka," ucap SBY waktu itu
Baca juga:
Kades penjual Cagar Biosfer Riau ditangkap
Untuk menjinakan kawasan konservasi itu dari amukan si jago merah, pihak satgas penanggulangan kabut asap Riau kembali dikerahkan ke sana.
"Cagar biosfer memang kembali terbakar. Upaya kita adalah dengan mengerahkan heli untuk melakukan water bombing (bom air) di cagar biosfer," kata Komanda Satgas Udara penanggulangan kebakaran hutan Riau, Kolonel Andyawan, Senin (24/3/2014).
Menurut Andyawan, pemadaman melalui darat melibatkan unsur TNI, Polri dan BNPB yang tergabung dalam Satgas Darat.
Selain di Cagar Biosfer, kebakaran juga terjadi di wilayah lain. Antara lain titik api di Dumai dan Kabupaten Pelalawan.
"Untuk water bombing, kita mengerahkan sebanyak tiga helikopter. Diharapkan sebanyak mungkin heli yang dikerahkan itu bisa melakukan water bombing agar api padam," ucapnya.
Cagar Biosfer Giam Siak Kecil saat ini memang kondisinya mengenaskan. Selain terjadi perambahan besar-besaran, kawasan konservasi yang diresmikan PBB porak poranda karena terjadi pembakar. Ini dilakukan perambah untuk menyulap hutan lindung jadi kebun sawit.
Perambahan massal ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Ini baru terbongkar setelah satgas gabungan dari unsur TNI yang terdiri dari Kostrad, Marinir dan Paskhas diterjunkan langsung ke lokasi. Satgas darat ini kemudian menangkap sejumlah perambah.
Perambahan massal ini terjadi diduga karena aparat ada yang membekingi. Saat ini sekitar 3.000 hektare Cagar Biosfer Riau porak poranda. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sebelumnya ke Riau juga menyentil aparat di Riau terkesan tutup mata.
"Ilegal logging kembali di Riau. Ini ada apa, jangan ada dusta di antara kita. Perambahan dan pembakaran lahan seharusnya sudah diketahui setiap Kapolsek, Danramil, Camat, Lurah, karena mereka sangat tahu wilayah mereka," ucap SBY waktu itu
Baca juga:
Kades penjual Cagar Biosfer Riau ditangkap
(lns)