Ini alasan Brigadir Susanto habisi nyawa komandannya
Senin, 24 Maret 2014 - 13:25 WIB
Ini alasan Brigadir Susanto habisi nyawa komandannya
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto memastikan kalau Brigadir Susanto menembak AKBP Pamudji yang merupakan komandannya. Motifnya sendiri diduga sakit hati setelah ditegur
Ia menjelaskan kalau korban sakit hati terhadap atasannya karena pekerjaannya tidak dihargai. Apalagi, komandannya tersebut sempat menyita pistol miliknya.
"Korban tewas ditembak oleh Brigadir S setelah senjata miliknya berhasil direbut," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/3/2014).
Saat kejadian, lanjutnya, AKBP Pamudji mengecek ke Pos Yanma Polda Metro Jaya dan melihat tersangka tidak menggunakan seragam dinas. Brigadir S ditegur dan senjata tersangka disita oleh korban.
"Tersangka kemudian kembali ke Pos Yanma memakai baju dinas. Disini tersangka diberi tugas untuk mengecek piket genset," terangnya.
Saat kembali melapor bahwa tugasnya sudah selesai, nampaknya pelaku tersinggung karena kurang mendapat apresiasi dari komandannya. Disini terjadi perselisihan antara anak buah dengan komandannya.
Ketika bertengkar tersebut, Brigadir Susanto coba merebut senjata yang disita oleh AKBP Pamudji. Sempat terjadi pergumulan diantara keduanya. Senjata sempat meletus dan mengenai dinding Pos Yanma.
"Awalnya tersangka mengaku mempertahankan diri, tapi berdasarkan rekaman CCTV dan pemeriksaan yang berulang-ulang akhirnya Brigadir S mengakui perbuatannya," terangnya.
Bahkan saat diperiksa dengan lie detector, Brigadir Susanto terus bertahan tidak mengakui perbuatannya. Baru pada hari kedua, tersangka mengakui seluruh perbuatannya.
"Jadi pada saat kejadian terjadi perebutan senjata. Senjata di tangan korban tertarik dan meletus. Akhirnya direbut oleh tersangka dan ditembakan ke kepala korban," pungkasnya.
Baca juga:
Ini hasil tes kejiwaan Brigadir Susanto
Alibi Brigadir Susanto setelah AKBP Pamudji tewas
Ia menjelaskan kalau korban sakit hati terhadap atasannya karena pekerjaannya tidak dihargai. Apalagi, komandannya tersebut sempat menyita pistol miliknya.
"Korban tewas ditembak oleh Brigadir S setelah senjata miliknya berhasil direbut," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/3/2014).
Saat kejadian, lanjutnya, AKBP Pamudji mengecek ke Pos Yanma Polda Metro Jaya dan melihat tersangka tidak menggunakan seragam dinas. Brigadir S ditegur dan senjata tersangka disita oleh korban.
"Tersangka kemudian kembali ke Pos Yanma memakai baju dinas. Disini tersangka diberi tugas untuk mengecek piket genset," terangnya.
Saat kembali melapor bahwa tugasnya sudah selesai, nampaknya pelaku tersinggung karena kurang mendapat apresiasi dari komandannya. Disini terjadi perselisihan antara anak buah dengan komandannya.
Ketika bertengkar tersebut, Brigadir Susanto coba merebut senjata yang disita oleh AKBP Pamudji. Sempat terjadi pergumulan diantara keduanya. Senjata sempat meletus dan mengenai dinding Pos Yanma.
"Awalnya tersangka mengaku mempertahankan diri, tapi berdasarkan rekaman CCTV dan pemeriksaan yang berulang-ulang akhirnya Brigadir S mengakui perbuatannya," terangnya.
Bahkan saat diperiksa dengan lie detector, Brigadir Susanto terus bertahan tidak mengakui perbuatannya. Baru pada hari kedua, tersangka mengakui seluruh perbuatannya.
"Jadi pada saat kejadian terjadi perebutan senjata. Senjata di tangan korban tertarik dan meletus. Akhirnya direbut oleh tersangka dan ditembakan ke kepala korban," pungkasnya.
Baca juga:
Ini hasil tes kejiwaan Brigadir Susanto
Alibi Brigadir Susanto setelah AKBP Pamudji tewas
(ysw)