PKL disekitar Stasiun Duri ditertibkan
Senin, 24 Maret 2014 - 12:04 WIB
PKL disekitar Stasiun Duri ditertibkan
A
A
A
Sindonews.com - Dianggap mengganggu perjalanan kereta api, puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sekitar Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat ditertibkan.
"Tidak ada perlawanan dari pedagang, kami sudah sosialisasikan sejak lama, jadi pedagang sudah mengerti," kata Humas Daop I PT. KAI, Agus Komarudin di lokasi, Senin (24/3/2014).
Ia mengatakan, sebelum melakukan penertiban kepada ratusan PKL yang biasa menjual sayur- mayur dan buah, pihaknya telah melayangkan surat tertulis. Untuk itu dalam penertiban tersebut tidak ada perlawanan dari para PKL.
"Kami sudah mensosialisasikan penertiban ini. Penertiban ini dilakukan lantaran sampah yang ditimbulkan mangganggu jalannya kereta," katanya.
Agus menjelaskan, keberadaan para PKL di pinggir rel tentunya mengancam keselamatan para pedagang dan pembeli. Bahkan penumpukan sampah yang diakibatkan PKL tersebut menggangu perpindahan engsel rel kereta api.
"Semua sesuai dengan peraturan bahwa dilarang berjualan dilingkungan kereta api. Kami juga sudah sosialiasi dengan pihak wilayah," ujarnya.
Salah satu PKL sayur mayur, Nurhayati (43) mengatakan dirinya dengan sejumlah teman sesama PKL memang sudah mendapatkan surat dua minggu lalu terkait penertiban ini.
"Belum tahu mau dagang dimana. Kami pasrah kalau memang tidak boleh berjualan lagi disini," ujar perempuan yang sudah berdagang selama 25 tahun di areal tersebut.
"Tidak ada perlawanan dari pedagang, kami sudah sosialisasikan sejak lama, jadi pedagang sudah mengerti," kata Humas Daop I PT. KAI, Agus Komarudin di lokasi, Senin (24/3/2014).
Ia mengatakan, sebelum melakukan penertiban kepada ratusan PKL yang biasa menjual sayur- mayur dan buah, pihaknya telah melayangkan surat tertulis. Untuk itu dalam penertiban tersebut tidak ada perlawanan dari para PKL.
"Kami sudah mensosialisasikan penertiban ini. Penertiban ini dilakukan lantaran sampah yang ditimbulkan mangganggu jalannya kereta," katanya.
Agus menjelaskan, keberadaan para PKL di pinggir rel tentunya mengancam keselamatan para pedagang dan pembeli. Bahkan penumpukan sampah yang diakibatkan PKL tersebut menggangu perpindahan engsel rel kereta api.
"Semua sesuai dengan peraturan bahwa dilarang berjualan dilingkungan kereta api. Kami juga sudah sosialiasi dengan pihak wilayah," ujarnya.
Salah satu PKL sayur mayur, Nurhayati (43) mengatakan dirinya dengan sejumlah teman sesama PKL memang sudah mendapatkan surat dua minggu lalu terkait penertiban ini.
"Belum tahu mau dagang dimana. Kami pasrah kalau memang tidak boleh berjualan lagi disini," ujar perempuan yang sudah berdagang selama 25 tahun di areal tersebut.
(ysw)