Titik panas di lahan gambut masih membara
Sabtu, 22 Maret 2014 - 17:50 WIB
Titik panas di lahan gambut masih membara
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan pantauan Satelit NOAA18 masih terlihat adanya titik panas di lahan gambut Riau. Karena itu Kepala BNPB Syamsul Maarif, selaku Dansatgasnas Operasi Terpadu Penanggulangan Bencana Asap dari pembakaran lahan dan hutan di Riau terus mengendalikan operasi dengan mengerahkan ribuan personel dan potensi nasional untuk memadamkan titik panas tersebut.
Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga Sabtu 22 Maret 2014 terdapat 11 titik panas yang terpantau, antara lain Inhil dua, Kampar satu, Pelalawan lima, Rohil satu dan Rohul dua.
"Bara titik panas berada di gambut dengan kedalaman 5-10 meter. Perlu hujan yang deras atau penggenangan untuk memadamkan bara itu," kata Sutopo, Sabtu (22/3/2014).
Menurut dia, Kepala BNPB Syamsul Maarif, telah memerintahkan satgas udara mengintensifkan pemboman air dari helikopter. Pada Jumat (21/3) water bombing dilakukan 207 kali yaitu dengan menggunakan helikopter Sikorsky sebanyak 94 kali di Dumai dan Rohil, helikopter Kamov 70 kali di Rengat dan Bengkalis.
Modifikasi cuaca juga terus dilakukan dengan menaburkan 6 ton NaCl yaitu dengan pesawat Hercules empat ton di Dumai, Bengkalis dan Siak, dan pesawat Cassa dua ton di Inhu dan Pelalawan.
Baca juga:
Kades penjual Cagar Biosfer Riau ditangkap
Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga Sabtu 22 Maret 2014 terdapat 11 titik panas yang terpantau, antara lain Inhil dua, Kampar satu, Pelalawan lima, Rohil satu dan Rohul dua.
"Bara titik panas berada di gambut dengan kedalaman 5-10 meter. Perlu hujan yang deras atau penggenangan untuk memadamkan bara itu," kata Sutopo, Sabtu (22/3/2014).
Menurut dia, Kepala BNPB Syamsul Maarif, telah memerintahkan satgas udara mengintensifkan pemboman air dari helikopter. Pada Jumat (21/3) water bombing dilakukan 207 kali yaitu dengan menggunakan helikopter Sikorsky sebanyak 94 kali di Dumai dan Rohil, helikopter Kamov 70 kali di Rengat dan Bengkalis.
Modifikasi cuaca juga terus dilakukan dengan menaburkan 6 ton NaCl yaitu dengan pesawat Hercules empat ton di Dumai, Bengkalis dan Siak, dan pesawat Cassa dua ton di Inhu dan Pelalawan.
Baca juga:
Kades penjual Cagar Biosfer Riau ditangkap
(lns)