Stasiun Duri diserang preman, 2 orang terluka
Sabtu, 22 Maret 2014 - 10:22 WIB
Stasiun Duri diserang preman, 2 orang terluka
A
A
A
Sindonews.com - Tanpa alasan yang jelas, sekelompok orang menyerang Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat. Akibat penyerangan tersebut, sejumlah sarana stasiun mengalami kerusakan dan dua orang terluka.
Menurut Humas PT KCJ Eva Chairunnisa, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 22.15 WIB, Jumat 21 Maret 2014 malam.
"Para pelaku dalam keadaan mabuk dan langsung mengamuk di dalam stasiun," katanya kepada wartawan, Jumat (22/4/2014).
Ia menuturkan, peristiwa bermula ketika kereta KA 1033 tiba di Stasiun Duri. Para pengguna kereta bertiket harian kemudian melakukan refund di loket.
"Lima pemuda yang sudah melakukan refund berusaha kembali ke dalam stasiun namun dihalau oleh petugas," katanya.
Akhirnya, terjadi adu mulut dengan petugas. Para pelaku kemudian berteriak-teriak dan membuat suasana stasiun gaduh.
Mereka juga memanggil rekan-rekannya yang lain yang diduga warga sekitar untuk melakukan perusakan.
"Seorang announcer bernama Eka Irawan dan petugas perjalanan kereta api bernama Widi dianiaya, barang mereka juga dirampas," terangnya.
Akibat penyerangan tersebut, sejumlah sarana kereta api mengalami kerusakan. Gate tripod dan perangkat e-ticketing patah, dan sarana lainnya. Ruang kepala stasiun juga tak luput dari perusakan. Kasusnya kini sudah ditangani Polsek Tambora.
Menurut Humas PT KCJ Eva Chairunnisa, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 22.15 WIB, Jumat 21 Maret 2014 malam.
"Para pelaku dalam keadaan mabuk dan langsung mengamuk di dalam stasiun," katanya kepada wartawan, Jumat (22/4/2014).
Ia menuturkan, peristiwa bermula ketika kereta KA 1033 tiba di Stasiun Duri. Para pengguna kereta bertiket harian kemudian melakukan refund di loket.
"Lima pemuda yang sudah melakukan refund berusaha kembali ke dalam stasiun namun dihalau oleh petugas," katanya.
Akhirnya, terjadi adu mulut dengan petugas. Para pelaku kemudian berteriak-teriak dan membuat suasana stasiun gaduh.
Mereka juga memanggil rekan-rekannya yang lain yang diduga warga sekitar untuk melakukan perusakan.
"Seorang announcer bernama Eka Irawan dan petugas perjalanan kereta api bernama Widi dianiaya, barang mereka juga dirampas," terangnya.
Akibat penyerangan tersebut, sejumlah sarana kereta api mengalami kerusakan. Gate tripod dan perangkat e-ticketing patah, dan sarana lainnya. Ruang kepala stasiun juga tak luput dari perusakan. Kasusnya kini sudah ditangani Polsek Tambora.
(ysw)