Bunuh majikan, Dewi Sukowati diduga TKW ilegal
Kamis, 20 Maret 2014 - 22:51 WIB
Bunuh majikan, Dewi Sukowati diduga TKW ilegal
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Disnakertrans Kabupaten Pati Soeharto Dwi Perbono mengaku belum mengetahui informasi adanya kasus pembunuhan Nancy Gan yang diduga melibatkan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Pati, Dewi Sukowati.
Hingga hari ini, tak ada surat dari Disnakertrans Provinsi Jateng, Kemenakertrans, maupun Kedutaan RI di Singapura yang memberitahukan soal kasus Dewi Sukowati.
“Saya malah baru mengetahui informasi ini dari wartawan. Apakah benar ada nama Dewi Sukowati atau dia berangkat dari jalur resmi atau ilegal kami belum tahu,” kata Soeharto, saat dikonfirmasi, Kamis (20/3/2014).
Kabupaten Pati selama ini dikenal sebagai salah satu kantong TKI/TKW di Jawa Tengah. Tiap tahun, ada banyak warga Pati yang berangkat ke luar negeri. Hanya saja, pihak Disnakertrans Pati tidak memiliki data riil berapa jumlah TKI/TKW asal Bumi Mina Tani. Sebab, mayoritas PJTKI resmi yang ada di Kabupaten Pati hanya kantor cabang.
Sementara kantor pusat PJTKI tersebut berada di daerah lain, seperti Solo, Kendal, Semarang, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Parahnya lagi, PJTKI tidak rutin melaporkan berapa jumlah TKI/TKW yang diberangkatkan ke luar negeri.
“PJTKI yang kantor pusatnya di Pati tidak lebih dari lima perusahaan. Tapi sama saja, mereka juga tidak disiplin melaporkan data pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri. PJKTKI resmi saja tidak disiplin, apalagi yang ilegal. Makanya kami tidak punya basis data riil jumlah TKW/TKI asal Pati,” sesalnya.
Karena faktor itu pula, pihaknya tidak bisa memantau keberadaan atau aktivitas TKI/TKW yang bersangkutan. Lazimnya, jika pahlawan penghasil devisa tersebut menghadapi masalah, pihak Indonesia mengathui.
“Ini salah satu kelemahan sistim yang ada. Daerah tidak bisa memonitor warganya yang menjadi TKI/TKW,” jelasnya.
Disnakertrans Pati, kata Soeharto, akan tetap menunggu informasi resmi dari koleganya baik yang ada di tingkat Jateng maupun pusat. Informasi itu menjadi titik pijak langkah-langkah yang akan dilakukan terkait nasib Dewi Sukowati.
“Dasar kita bertindak surat itu. Kalau tidak ada nanti bisa saja kami dikira melakukan kebohongan publik kepada pihak keluarga Dewi Sukowati,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nancy Gan (69), sosialita terkemuka di Singapura, ditemukan tewas di kolam renang rumahnya, di Bukit Timah. Pembantu rumah tangga asal Indonesia ini, diduga sebagai pelaku pembunuhan sosialita itu.
Dewi Sukowati (23), pembantu tersebut, telah ditangkap aparat kepolisian Singapura. Dia diduga sebagai orang yang menyebabkan Nancy Gan Wan Geok tewas.
Baca juga:
Diduga bunuh sosialita Singapura, WNI ditangkap
Hingga hari ini, tak ada surat dari Disnakertrans Provinsi Jateng, Kemenakertrans, maupun Kedutaan RI di Singapura yang memberitahukan soal kasus Dewi Sukowati.
“Saya malah baru mengetahui informasi ini dari wartawan. Apakah benar ada nama Dewi Sukowati atau dia berangkat dari jalur resmi atau ilegal kami belum tahu,” kata Soeharto, saat dikonfirmasi, Kamis (20/3/2014).
Kabupaten Pati selama ini dikenal sebagai salah satu kantong TKI/TKW di Jawa Tengah. Tiap tahun, ada banyak warga Pati yang berangkat ke luar negeri. Hanya saja, pihak Disnakertrans Pati tidak memiliki data riil berapa jumlah TKI/TKW asal Bumi Mina Tani. Sebab, mayoritas PJTKI resmi yang ada di Kabupaten Pati hanya kantor cabang.
Sementara kantor pusat PJTKI tersebut berada di daerah lain, seperti Solo, Kendal, Semarang, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Parahnya lagi, PJTKI tidak rutin melaporkan berapa jumlah TKI/TKW yang diberangkatkan ke luar negeri.
“PJTKI yang kantor pusatnya di Pati tidak lebih dari lima perusahaan. Tapi sama saja, mereka juga tidak disiplin melaporkan data pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri. PJKTKI resmi saja tidak disiplin, apalagi yang ilegal. Makanya kami tidak punya basis data riil jumlah TKW/TKI asal Pati,” sesalnya.
Karena faktor itu pula, pihaknya tidak bisa memantau keberadaan atau aktivitas TKI/TKW yang bersangkutan. Lazimnya, jika pahlawan penghasil devisa tersebut menghadapi masalah, pihak Indonesia mengathui.
“Ini salah satu kelemahan sistim yang ada. Daerah tidak bisa memonitor warganya yang menjadi TKI/TKW,” jelasnya.
Disnakertrans Pati, kata Soeharto, akan tetap menunggu informasi resmi dari koleganya baik yang ada di tingkat Jateng maupun pusat. Informasi itu menjadi titik pijak langkah-langkah yang akan dilakukan terkait nasib Dewi Sukowati.
“Dasar kita bertindak surat itu. Kalau tidak ada nanti bisa saja kami dikira melakukan kebohongan publik kepada pihak keluarga Dewi Sukowati,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nancy Gan (69), sosialita terkemuka di Singapura, ditemukan tewas di kolam renang rumahnya, di Bukit Timah. Pembantu rumah tangga asal Indonesia ini, diduga sebagai pelaku pembunuhan sosialita itu.
Dewi Sukowati (23), pembantu tersebut, telah ditangkap aparat kepolisian Singapura. Dia diduga sebagai orang yang menyebabkan Nancy Gan Wan Geok tewas.
Baca juga:
Diduga bunuh sosialita Singapura, WNI ditangkap
(san)