Angkut 20 penumpang, odong-odong tertabrak kereta
Rabu, 19 Maret 2014 - 22:30 WIB
Angkut 20 penumpang, odong-odong tertabrak kereta
A
A
A
Sindonews.com - Kereta mini atau odong-odong penuh penumpang, tertabrak Kereta Api (KA) Kaligung Mas nomor loko 176 di perlintasan berpalang pintu Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Kendal, Jawa Tengah.
Satu orang tewas seketika. Sementara belasan penumpang yang kebanyakan anak-anak mengalami luka berat dan kini dilarikan ke Rumah Sakit Islam Weleri dan klinik Kurnia Medica Weleri Kendal.
Kereta mini Payung Indah Sejahtera bernomor polisi B1422 LP ini menjadi tontonan warga sekitar lokasi kejadian. Saat tertabrak, odong-odong ini mengangkut 20 orang penumpang. Terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu.
Odong-odong yang melaju dari arah utara, diduga menerobos pintu perlintasan dan ditabrak KA Kaligung Mas yang melaju dari arah barat.
Menurut Ngadinah, penumpang luka, odong-odong dalam keadaan penuh penumpang. Sopir menerobos palang pintu dan tidak tahu kereta melaju dari arah barat. Sebagian penumpang terpental keluar dari odong-odong dan ada yang terseret bersama kereta hingga 200 meter.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kendal AKP Christian Aer masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk penjaga pintu perlintasan. Dugaan sementara, kereta mini atau odong-odong menerbos palang pintu dan tidak tahu kereta api kaligung mas melaju kencang dari arah barat.
Korban tewas hingga malam ini masih berjumlah satu orang atas nama Ramisih (60), warga Dusun Tempel, Desa Bumiayu, Weleri, Kendal. Sedangkan korban luka yang dirawat di RSI Kendal sebanyak sembilan orang dan di klinik Kurnia Medica sebanyak tiga orang. Satu korban, yakni Arikah (5), masih dalam kondisi kritis.
Humas PT KAI Daop Empat Semarang Eko Budiyanto mengatakan, pengguna jalan hendaknya berhati-hati, karena jalur kereta api sekarang sudah dua jalur. Pihaknya masih memeriksa dan meminta keterangan penjaga pintu untuk mengetahui sebab kecelakaan.
Odong-odong yang terseret KA Kaligung Mas hingga 200 meter ini merusak lampu sinyal. Nnamun begitu, perjalanan kereta api tidak terganggu, karena bangkai odong-odong sudah berada di pinggir. Sementara kereta api menggunakan jalur yang satunya.
Kerumunan warga yang melihat lokasi kejadian, membuat petugas kesulitan untuk melakukan olah tempat perkara. Kasus kecelakaan ini, masih dalam penanganan Satuan Lalu Lintas Polres Kendal.
Satu orang tewas seketika. Sementara belasan penumpang yang kebanyakan anak-anak mengalami luka berat dan kini dilarikan ke Rumah Sakit Islam Weleri dan klinik Kurnia Medica Weleri Kendal.
Kereta mini Payung Indah Sejahtera bernomor polisi B1422 LP ini menjadi tontonan warga sekitar lokasi kejadian. Saat tertabrak, odong-odong ini mengangkut 20 orang penumpang. Terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu.
Odong-odong yang melaju dari arah utara, diduga menerobos pintu perlintasan dan ditabrak KA Kaligung Mas yang melaju dari arah barat.
Menurut Ngadinah, penumpang luka, odong-odong dalam keadaan penuh penumpang. Sopir menerobos palang pintu dan tidak tahu kereta melaju dari arah barat. Sebagian penumpang terpental keluar dari odong-odong dan ada yang terseret bersama kereta hingga 200 meter.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kendal AKP Christian Aer masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk penjaga pintu perlintasan. Dugaan sementara, kereta mini atau odong-odong menerbos palang pintu dan tidak tahu kereta api kaligung mas melaju kencang dari arah barat.
Korban tewas hingga malam ini masih berjumlah satu orang atas nama Ramisih (60), warga Dusun Tempel, Desa Bumiayu, Weleri, Kendal. Sedangkan korban luka yang dirawat di RSI Kendal sebanyak sembilan orang dan di klinik Kurnia Medica sebanyak tiga orang. Satu korban, yakni Arikah (5), masih dalam kondisi kritis.
Humas PT KAI Daop Empat Semarang Eko Budiyanto mengatakan, pengguna jalan hendaknya berhati-hati, karena jalur kereta api sekarang sudah dua jalur. Pihaknya masih memeriksa dan meminta keterangan penjaga pintu untuk mengetahui sebab kecelakaan.
Odong-odong yang terseret KA Kaligung Mas hingga 200 meter ini merusak lampu sinyal. Nnamun begitu, perjalanan kereta api tidak terganggu, karena bangkai odong-odong sudah berada di pinggir. Sementara kereta api menggunakan jalur yang satunya.
Kerumunan warga yang melihat lokasi kejadian, membuat petugas kesulitan untuk melakukan olah tempat perkara. Kasus kecelakaan ini, masih dalam penanganan Satuan Lalu Lintas Polres Kendal.
(san)