Cegah DBD, mahasiswa Undip ciptakan Jebluk

Rabu, 19 Maret 2014 - 08:37 WIB
Cegah DBD, mahasiswa...
Cegah DBD, mahasiswa Undip ciptakan Jebluk
A A A
Sindonews.com - Lima mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan alat pengendali nyamuk aedes aegypti pembawa penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan nama Jebluk.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Faizal Romadhon, Febiani Dwi Utari, Rahmatika Luthfiani S dan Tuty Indraswari. Jebluk yang memiliki kepanjangan Jebakan Penghilang Nyamuk tersebut, merupakan alat yang dibuat dengan memodifikasi sistem ovitrap.

Alat semacam itu, disebut selain efektif juga ramah lingkungan karena menggunakan barang-barang bekas.

Ketua kelompok mahasiswa tersebut, Heri Cahyono, mengatakan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD sebenarnya banyak langkah yang sudah ditempuh.

Diantaranya pengasapan (Fogging), Repelan, Teknik Serangga Mandul (TSM), program 3M (Menutup, menguras ,dan mengubur), Larvasidasi, dan ovitrap.

Hanya saja, kata dia, pengendalian selama ini masih dititikberatkan pada penggunaan insektisida yang merupakan bahan kimia berbahaya.

Padahal, dengan penggunaan bahan semacam itu, justru malah menimbulkan permasalahan baru. Seperti yang terbunuh justru bukan serangga yang menjadi target (nyamuk), dan memunculkan resistensi vektor (nyamuk menjadi kebal).

"Karena itu, salah satu cara pemberantasan nyamuk yang ramah lingkungan dan efektif memutus siklus hidup aedes aegypti dan aedes albopictus yaitu dengan ovitrap," paparnya saat dihubungi Rabu, (19/3/2014).

Oleh sebab itu, dia dan kelompoknya memodifikasi ovitrap dengan mengembangkan Jebluk. Alat tersebut juga dapat dibuat secara mandiri oleh masyarakat dengan mudah.

Sebab, bahan baku yang dibutuhkan cukup mudah diperoleh. Seperti botol plastik air mineral bekas, jerami, kasa aluminum.“Ini (bahan tersebut) tentunya mudah didapatkan di sekitar kita," imbuhnya.

Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi menyatakan dirinya mengapresiasi langkah yang dilakukan kelima mahasiswanya tersebut.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh kelima mahasiwa tersebut merupakan bentuk dari kepekaan dan kepedulian terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
(sms)
Berita Terkait
Seorang Ibu Hamil dan...
Seorang Ibu Hamil dan Melahirkan dalam Waktu Satu Jam
Bocah Gemar Hirup Aroma...
Bocah Gemar Hirup Aroma Bensin Motor di Cilegon Banten
Makam Dicat Warna-warni...
Makam Dicat Warna-warni Bagaikan Pelangi
Viral, Pisang Tumbuh...
Viral, Pisang Tumbuh di Atas Pohon Pisang yang Mati
Heboh, Anak Ikan Hiu...
Heboh, Anak Ikan Hiu Berwajah Manusia Ditangkap Nelayan Rote
Ajaib! Wanita dengan...
Ajaib! Wanita dengan 2 Vagina, Uteri dan Serviks Lahirkan Bayi Lucu
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
17 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
43 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved