Bocah tuna rungu tewas diserempet KA
Rabu, 19 Maret 2014 - 05:54 WIB
Bocah tuna rungu tewas diserempet KA
A
A
A
Sindonews.com - Muhammad Zidan Nabil (8) warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan yang terserempet kereta api (KA). Ia ditemukan tewas di sekitar rel KA tak jauh dari rumah tinggalnya. Bocah kelas 1 SDLB ini tewas akibat luka-luka berat di bagian kepala dan tubuhnya.
Beberapa saat sebelumnya, putra pasangan Ika Nadiro dan Muhammad Wartono, terakhir kali diketahui sedang bermain di kamar mandi. Nenek yang mengasuhnya, Muqasanah (50) tak menyangka jika cucunya sudah bermain di luar rumah tanpa sepengetahuannya.
Menurut keterangan warga, kecelakaan ini bermula ketika KA Tawang Alun melintas dari Banyuwangi menuju Malang. Bocah malang yang mengalami keterbatasan pendengaran ini tak mengetahui jika bahaya tengah mengancamnya. Ia asyik bermain sendirian di sekitar rel KA.
"Masinis KA sudah membunyikan klakson cukup lama. Tapi anak itu tetap bermain. Warga yang melihat juga sudah meneriakinya agar menjauh dari rel. Rupanya ia memang tidak bisa mendengar secara normal," kata Mulyono (46)
warga sekitar.
Akibat benturan keras, korban terseret dan terpental hingga belasan meter. Karena lukanya yang parah di bagian kepala dan tubuhnya, korban akhirnya tewas di tempat kejadian.
Nenek korban, Muqasanah, mengungkapkan, sehari-hari cucunya memang sering bermain bersamanya di rel KA. Namun saat kejadian, ia tidak menyangka cucu yang saat itu bermain di kamar mandi ternyata sudah pindah tempat bermain di sekitar rel KA.
Pihak petugas Polres Pasuruan Kota, masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara. Kecelakaan itu diduga disebabkan keteledoran pengasuh korban yang tunga rungu dan tidak mengawasi ketika bermain ditempat rawan.
Beberapa saat sebelumnya, putra pasangan Ika Nadiro dan Muhammad Wartono, terakhir kali diketahui sedang bermain di kamar mandi. Nenek yang mengasuhnya, Muqasanah (50) tak menyangka jika cucunya sudah bermain di luar rumah tanpa sepengetahuannya.
Menurut keterangan warga, kecelakaan ini bermula ketika KA Tawang Alun melintas dari Banyuwangi menuju Malang. Bocah malang yang mengalami keterbatasan pendengaran ini tak mengetahui jika bahaya tengah mengancamnya. Ia asyik bermain sendirian di sekitar rel KA.
"Masinis KA sudah membunyikan klakson cukup lama. Tapi anak itu tetap bermain. Warga yang melihat juga sudah meneriakinya agar menjauh dari rel. Rupanya ia memang tidak bisa mendengar secara normal," kata Mulyono (46)
warga sekitar.
Akibat benturan keras, korban terseret dan terpental hingga belasan meter. Karena lukanya yang parah di bagian kepala dan tubuhnya, korban akhirnya tewas di tempat kejadian.
Nenek korban, Muqasanah, mengungkapkan, sehari-hari cucunya memang sering bermain bersamanya di rel KA. Namun saat kejadian, ia tidak menyangka cucu yang saat itu bermain di kamar mandi ternyata sudah pindah tempat bermain di sekitar rel KA.
Pihak petugas Polres Pasuruan Kota, masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara. Kecelakaan itu diduga disebabkan keteledoran pengasuh korban yang tunga rungu dan tidak mengawasi ketika bermain ditempat rawan.
(lns)