Sopir taksi di Bandara Pekanbaru kelimpungan
Rabu, 19 Maret 2014 - 02:23 WIB
Sopir taksi di Bandara Pekanbaru kelimpungan
A
A
A
Sindonews.com - Saat ini sejumlah maskapai masih enggan melayani rute penerbangan di Pekanbaru, Riau. Tidak hanya maskapai dan penumpang yang dirugikan, sopir taksi yang beroprasi di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru juga kelimpungan.
Sijon (40) salah satu sopir taksi di areal Bandara SSK II Pekanbaru mengungkapkan rata-rata sopir taksi saat ini merugi. Kerugian paling parah terjadi sejak 13 Maret 2014 hingga saat ini. Tepatnya, sejak maskapai menolak untuk melayani penumpang karena kabut asap.
"Kalau hari biasa, saya bisa melayani sampai enam trip. Saat ini satu saja susah," kata Sijon (41) sopir taksi Puskopau Selasa (18/3/2014).
Akibat sepinya bandara Pekanbaru selama ini berdampak pada penghasilan.
"Biasanya pendapatan bersih kita bisa Rp100 ribu. Sekarang Rp50 susah kali. Kadang untuk memenuhi kebutuhan saya pinjam ke teman. Karena stok uang sudah habis selama bandara sepi," kata pria yang memiliki empat anak itu.
Kerugian seperti itu tidak hanya dirasakan oleh Sijon, puluhan sopir taksi yang biasa mangkal di bandara Pekanbaru juga merasakan hal yang sama.
Sejumlah maskapai tujuan Pekanbaru dan sebaliknya akan kembali melakukan aktivitas seperti biasa sampai 19 Maret 2014. Atau sampai batas waktu pengajuan tidak menyalani penerbangan selama asap.
Sijon (40) salah satu sopir taksi di areal Bandara SSK II Pekanbaru mengungkapkan rata-rata sopir taksi saat ini merugi. Kerugian paling parah terjadi sejak 13 Maret 2014 hingga saat ini. Tepatnya, sejak maskapai menolak untuk melayani penumpang karena kabut asap.
"Kalau hari biasa, saya bisa melayani sampai enam trip. Saat ini satu saja susah," kata Sijon (41) sopir taksi Puskopau Selasa (18/3/2014).
Akibat sepinya bandara Pekanbaru selama ini berdampak pada penghasilan.
"Biasanya pendapatan bersih kita bisa Rp100 ribu. Sekarang Rp50 susah kali. Kadang untuk memenuhi kebutuhan saya pinjam ke teman. Karena stok uang sudah habis selama bandara sepi," kata pria yang memiliki empat anak itu.
Kerugian seperti itu tidak hanya dirasakan oleh Sijon, puluhan sopir taksi yang biasa mangkal di bandara Pekanbaru juga merasakan hal yang sama.
Sejumlah maskapai tujuan Pekanbaru dan sebaliknya akan kembali melakukan aktivitas seperti biasa sampai 19 Maret 2014. Atau sampai batas waktu pengajuan tidak menyalani penerbangan selama asap.
(lns)