Nyaris tewas, ibu muda ini tertimpa rumah roboh
Selasa, 18 Maret 2014 - 23:51 WIB
Nyaris tewas, ibu muda ini tertimpa rumah roboh
A
A
A
Sindonews.com – Seorang ibu muda bernama Dilianti, tertimpa bangunan saat banjir menerjang dan merobohkan rumahnya di Jalan Siliwangi Dalam V, RT 5 RW 1, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong.
Beruntung, Dilianti berhasil diselamatkan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) yang datang ke lokasi.
Menurut saksi mata, Keni Al Banen, hujan deras menyebabkan air di gorong-gorong meluap dan banjir menggenang rumah-rumah warga.
Derasnya air itu membuat sebuah rumah yang tengah dibangun ambrol dan roboh menimpa rumah milik Siti Jubaedah Banen yang dihuni Dilianti dan beberapa anggota lainnya.
Menurut Keni, sebenarnya di dalam rumah itu ada sembilan orang. Saat bangunan itu hendak roboh semua orang keluar melarikan diri. Tapi Dilianti justru nekat masuk karena mencari anaknya. Padahal, anaknya sudah dievakuasi lebih dulu oleh penghuni rumah yang lain.
“Tante saya (Dilianti) sedang cari anaknya di dalam (rumah). Tapi tiba-tiba seperti mau longsor. Kami sudah peringatkan, tetapi itu kejadian cepat dan tante langsung kekubur,” kata Keni, merupakan keponakan Dilianti di lokasi kejadian, Selasa (18/3/2014).
Beruntung Tim gabungan dari Tim Rescue Damkar Kota Bandung, PMI Kota Bandung, Kodim 0618/BS, dan Polrestabes Bandung langsung datang ke lokasi memberikan bantuan.
Proses evakuasi pun berjalan dramatis. Selain jalan menuju lokasi cukup terjal dan sempit, petugas pun sempat kesulitan mengevakuasi korban lantaran kakinya terjepit lemari es dan reruntuhan bangunan.
Akhirnya, sekira pukul 21.55 WIB korban pun berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan kerumah sakit terdekat untuk diberi pertolongan.
“Alhamdullilah korban bisa kita evakuasi. Korban hanya mengalami patah di tangan kanan dan kaki kiri. Sekarang korban sudah dibawa ke RS Advent,” tukas Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi di lokasi kejadian.
Baca juga:
Mahasiswi ini selamat setelah terseret masuk gorong-gorong
Beruntung, Dilianti berhasil diselamatkan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) yang datang ke lokasi.
Menurut saksi mata, Keni Al Banen, hujan deras menyebabkan air di gorong-gorong meluap dan banjir menggenang rumah-rumah warga.
Derasnya air itu membuat sebuah rumah yang tengah dibangun ambrol dan roboh menimpa rumah milik Siti Jubaedah Banen yang dihuni Dilianti dan beberapa anggota lainnya.
Menurut Keni, sebenarnya di dalam rumah itu ada sembilan orang. Saat bangunan itu hendak roboh semua orang keluar melarikan diri. Tapi Dilianti justru nekat masuk karena mencari anaknya. Padahal, anaknya sudah dievakuasi lebih dulu oleh penghuni rumah yang lain.
“Tante saya (Dilianti) sedang cari anaknya di dalam (rumah). Tapi tiba-tiba seperti mau longsor. Kami sudah peringatkan, tetapi itu kejadian cepat dan tante langsung kekubur,” kata Keni, merupakan keponakan Dilianti di lokasi kejadian, Selasa (18/3/2014).
Beruntung Tim gabungan dari Tim Rescue Damkar Kota Bandung, PMI Kota Bandung, Kodim 0618/BS, dan Polrestabes Bandung langsung datang ke lokasi memberikan bantuan.
Proses evakuasi pun berjalan dramatis. Selain jalan menuju lokasi cukup terjal dan sempit, petugas pun sempat kesulitan mengevakuasi korban lantaran kakinya terjepit lemari es dan reruntuhan bangunan.
Akhirnya, sekira pukul 21.55 WIB korban pun berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan kerumah sakit terdekat untuk diberi pertolongan.
“Alhamdullilah korban bisa kita evakuasi. Korban hanya mengalami patah di tangan kanan dan kaki kiri. Sekarang korban sudah dibawa ke RS Advent,” tukas Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi di lokasi kejadian.
Baca juga:
Mahasiswi ini selamat setelah terseret masuk gorong-gorong
(lns)