Kapolri minta hukuman pembakar lahan Riau diperberat
Selasa, 18 Maret 2014 - 14:03 WIB
Kapolri minta hukuman pembakar lahan Riau diperberat
A
A
A
Sindonews.com - Pembakaran lahan di Riau sudah semakin merajalela. Bencana asap pun timbul dari pembakaran lahan secara liar tersebut. Hal ini sudah menyedot perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Alhasil, beberapa waktu lalu Presiden SBY terjun langsung dan memberi arahan kepada anak buahnya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, termasuk Kapolri Jenderal Pol Sutarman.
"Kemarin turun dipimpin langsung Bapak Presiden. Ada beberapa tahapan yang diarahkan Bapak Presiden kepada kita," ungkap Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Kemudian, Sutarman menegaskan bahwa Presiden SBY juga menginstruksikan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
"Penegakan hukum yang tegas dengan menginstruksikan kepada kapolri dan Jaksa Agung, agar prosesnya bisa dijalankan dengan cepat, terkait Undang-undang Lingkungan Hidup," jelasnya.
Menurutnya, Presiden tidak hanya menganggap ini sebagai kejahatan lingkungan hidup tapi juga kejahatan kemanusiaan.
Sebab, rakyat menghirup udara yang sangat dicemari kalau tidak diselesaikan bisa membunuh secara perlahan.
"Ini menjadi pemicu bagi saya. Di samping prosesnya harus cepat tapi hukumannya juga harus diperberat. Sehingga, rakyat atau oknum tertentu tidak melakukan pembakaran hutan secara ilegal," tegas Sutarman.
Dia menambahkan, Presiden SBY mengarahkan beberapa hal untuk pengamanan pembakaran lahan di Riau, pertama untuk mencegah supaya tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan.
Kemudian, untuk lahan yang sudah terbakar, Presiden meminta untuk segera dipadamkan dan asapnya dihilangkan. "Bersyukur, selama tiga hari di sana sudah terang," timpalnya.
Proses memadamkan api dilakukan dengan alat yang ada, serta hujan buatan yang dikendalikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain itu, warga yang sakit akibat peristiwa pembakaran hutan, lahan serta kabut asap, itu juga mendapat pengobatan.
"Kita melakukan langkah-langkah untuk memberikan pengobatan kepada warga yang mengalami sesak nafas dan sakit," pungkasnya.
Baca juga :
Sejumlah penerbangan di Riau masih mogok karena asap
Alhasil, beberapa waktu lalu Presiden SBY terjun langsung dan memberi arahan kepada anak buahnya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, termasuk Kapolri Jenderal Pol Sutarman.
"Kemarin turun dipimpin langsung Bapak Presiden. Ada beberapa tahapan yang diarahkan Bapak Presiden kepada kita," ungkap Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Kemudian, Sutarman menegaskan bahwa Presiden SBY juga menginstruksikan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
"Penegakan hukum yang tegas dengan menginstruksikan kepada kapolri dan Jaksa Agung, agar prosesnya bisa dijalankan dengan cepat, terkait Undang-undang Lingkungan Hidup," jelasnya.
Menurutnya, Presiden tidak hanya menganggap ini sebagai kejahatan lingkungan hidup tapi juga kejahatan kemanusiaan.
Sebab, rakyat menghirup udara yang sangat dicemari kalau tidak diselesaikan bisa membunuh secara perlahan.
"Ini menjadi pemicu bagi saya. Di samping prosesnya harus cepat tapi hukumannya juga harus diperberat. Sehingga, rakyat atau oknum tertentu tidak melakukan pembakaran hutan secara ilegal," tegas Sutarman.
Dia menambahkan, Presiden SBY mengarahkan beberapa hal untuk pengamanan pembakaran lahan di Riau, pertama untuk mencegah supaya tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan.
Kemudian, untuk lahan yang sudah terbakar, Presiden meminta untuk segera dipadamkan dan asapnya dihilangkan. "Bersyukur, selama tiga hari di sana sudah terang," timpalnya.
Proses memadamkan api dilakukan dengan alat yang ada, serta hujan buatan yang dikendalikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain itu, warga yang sakit akibat peristiwa pembakaran hutan, lahan serta kabut asap, itu juga mendapat pengobatan.
"Kita melakukan langkah-langkah untuk memberikan pengobatan kepada warga yang mengalami sesak nafas dan sakit," pungkasnya.
Baca juga :
Sejumlah penerbangan di Riau masih mogok karena asap
(sms)