Polda Metro Jaya abaikan pelayanan masyarakat
Selasa, 18 Maret 2014 - 11:22 WIB
Polda Metro Jaya abaikan pelayanan masyarakat
A
A
A
Sindonews.com - Pelayanan pembayaran pajak kendaraan di Polda Metro Jaya terganggu akibat halaman parkir dipakai untuk acara penyambutan Kapolda Baru. Hal itu sangat disesalkan sebagain warga yang hendak membayar pajak.
"Cuma gara-gara mau ada penyambutan pimpinan sampai mengorbankan masyarakat," kata Faisal, salah seorang masyarakat yang merasa terganggu dengan acara penyambutan itu, saat ditemui di depan gerbang Polda Metro Jaya karena tidak boleh masuk, Selasa (18/3/2014).
Dia melanjutkan, dengan tidak bolehnya dia masuk maka pembayaran pajak lima tahunan untuk mobilnya terpaksa ditunda.
Penundaan itu akan berimbas dengan denda karena terlambat membayar pajak. Dia berharap, hal seperti ini tidak terjadi lagi. Karena, dia menilai, penyambutan itu hanya ego dan mencari muka kepada pimpinan baru walau mengorbankan kepentingan masyarakat luas.
Senada dengan Faisal, Wahyu mengeluhkan acara tersebut. Walaupun dirinya lebih beruntung dari Faisal, karena bisa masuk, tapi pelayanan tampah penuh dan sumpek.
Selain itu, dia terpaksa untuk memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan dan sangat tidak aman.
Menurutnya, dia sebenarnya ingin memperpanjang pajak kendaraan dengan drive thru, namun karena tidak diperkenankan masuk maka dirinya terpaksa melakukan dengan cara konvensional.
"Kalau pakai drive thru itu cuma lima menit, tapi sekarang sudah sejam belum selesai," tegasnya.
Belum lagi dia selalu diserobot oleh calo-calo yang masih banyak. Dirinya berharap, para pemimpin bisa melihat kepentingan masyarakat jangan hanya mementingkan kepentingannya sendiri.
Sekadar diketahui, pagi tadi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno baru saja dilantik di Mabes Polri untuk menggantikan Irjen Pol Putut Eko Bayuseno yang saat ini menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam).
Putut juga menggantikan posisi Komjen Pol Badrodin Haiti yang dipilih sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri).
Baca:
Tugas berat Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno
"Cuma gara-gara mau ada penyambutan pimpinan sampai mengorbankan masyarakat," kata Faisal, salah seorang masyarakat yang merasa terganggu dengan acara penyambutan itu, saat ditemui di depan gerbang Polda Metro Jaya karena tidak boleh masuk, Selasa (18/3/2014).
Dia melanjutkan, dengan tidak bolehnya dia masuk maka pembayaran pajak lima tahunan untuk mobilnya terpaksa ditunda.
Penundaan itu akan berimbas dengan denda karena terlambat membayar pajak. Dia berharap, hal seperti ini tidak terjadi lagi. Karena, dia menilai, penyambutan itu hanya ego dan mencari muka kepada pimpinan baru walau mengorbankan kepentingan masyarakat luas.
Senada dengan Faisal, Wahyu mengeluhkan acara tersebut. Walaupun dirinya lebih beruntung dari Faisal, karena bisa masuk, tapi pelayanan tampah penuh dan sumpek.
Selain itu, dia terpaksa untuk memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan dan sangat tidak aman.
Menurutnya, dia sebenarnya ingin memperpanjang pajak kendaraan dengan drive thru, namun karena tidak diperkenankan masuk maka dirinya terpaksa melakukan dengan cara konvensional.
"Kalau pakai drive thru itu cuma lima menit, tapi sekarang sudah sejam belum selesai," tegasnya.
Belum lagi dia selalu diserobot oleh calo-calo yang masih banyak. Dirinya berharap, para pemimpin bisa melihat kepentingan masyarakat jangan hanya mementingkan kepentingannya sendiri.
Sekadar diketahui, pagi tadi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno baru saja dilantik di Mabes Polri untuk menggantikan Irjen Pol Putut Eko Bayuseno yang saat ini menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam).
Putut juga menggantikan posisi Komjen Pol Badrodin Haiti yang dipilih sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri).
Baca:
Tugas berat Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno
(mhd)