20 ton ikan nila di Danau Maninjau mati
Senin, 17 Maret 2014 - 23:27 WIB
20 ton ikan nila di Danau Maninjau mati
A
A
A
Sindonews.com - Peternak tambak ikan di Danau Maninjau, Rambai, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjun Raya, Kabupaten Agam, dilanda bencana. Sebanyak 30 ton ikan siap panen mati mendadak. Peternak pun merugi hingga Rp340 juta.
“Jumlah ikan itu mencapi 20 ton, kalau dikalikan Rp17 ribu per kilogram, kerugian ditaksir mencapai Rp340 juta. Jenis ikannya nila dan mas,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Ermanto, Senin (17/3/2014)
Dia menduga, penyebab matinya ikan akibat angin kencang yang melanda pada Minggu 16 Maret 2014. Saat itu, ikan sudah diletakkan di tepi sungai, tapi belum diangkat.
“Saat angin berhembus, terjadi pembalikan air pada dasar ke permukaan air danau, sehingga udara di dasar danau menjadi hampa, sementara posisi ikan sudah sesak dan udara kosong. Itulah yang membuat ikan mati,” tuturnya.
DKP Agam juga sudah meminta kepada masyarakat untuk segera panen dini, agar tidak ada lagi ikan yang mati, kemudian benih ikan ditunda dulu ditebar. Sebab kondisi danau saat ini kurang bagus.
“Kita juga sudah meminta kepada masyarakat untuk memindahkan ikan ke kolam, menghidupkan pompa oksigen yang telah diberikan DKP Agam kepada nelayan sebanyak 30 unit pada 2013, lalu menghentikan pemberian makan untuk sementara dan lainnya,” tegasnya.
Para peternak ikan juga diminta untuk mendirikan keramba jaring apung dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir sungai dengan kedalaman 10 meter. “Ini untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi ikan-ikan yang mati,” ungkapnya.
Kematian ikan kerambah ini merupakan yang ketiga kalinya selama tahun 2014, yakni pada 23 Januari 2014 sebanyak 11.530 ton ikan mati, dan pada 29 Januari 2014 ada sekira 10 ton ternak ikan mati.
Sedang tahun 2008, ada sekira 15 ribu ton ikan yang mati. Pada 2009, ikan keramba kembali mati sebanyak 15 ribu ton, tahun 2010 sebanyak 500 ton, tahun 2011 sebanyak 500 ton, 2012 sebanyak 300 ton, dan tahun 2013 delapan ton ikan mati.
“Ini sudah biasa terjadi, hanya saja masyarakat kurang mengetahui siklus air. Selain itu, racun belerang dari danau Maninjau ini keluar dari dasarnya, itulah yang membuat ikan-ikan keramba ini mati,” pungkasnya.
“Jumlah ikan itu mencapi 20 ton, kalau dikalikan Rp17 ribu per kilogram, kerugian ditaksir mencapai Rp340 juta. Jenis ikannya nila dan mas,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Ermanto, Senin (17/3/2014)
Dia menduga, penyebab matinya ikan akibat angin kencang yang melanda pada Minggu 16 Maret 2014. Saat itu, ikan sudah diletakkan di tepi sungai, tapi belum diangkat.
“Saat angin berhembus, terjadi pembalikan air pada dasar ke permukaan air danau, sehingga udara di dasar danau menjadi hampa, sementara posisi ikan sudah sesak dan udara kosong. Itulah yang membuat ikan mati,” tuturnya.
DKP Agam juga sudah meminta kepada masyarakat untuk segera panen dini, agar tidak ada lagi ikan yang mati, kemudian benih ikan ditunda dulu ditebar. Sebab kondisi danau saat ini kurang bagus.
“Kita juga sudah meminta kepada masyarakat untuk memindahkan ikan ke kolam, menghidupkan pompa oksigen yang telah diberikan DKP Agam kepada nelayan sebanyak 30 unit pada 2013, lalu menghentikan pemberian makan untuk sementara dan lainnya,” tegasnya.
Para peternak ikan juga diminta untuk mendirikan keramba jaring apung dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir sungai dengan kedalaman 10 meter. “Ini untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi ikan-ikan yang mati,” ungkapnya.
Kematian ikan kerambah ini merupakan yang ketiga kalinya selama tahun 2014, yakni pada 23 Januari 2014 sebanyak 11.530 ton ikan mati, dan pada 29 Januari 2014 ada sekira 10 ton ternak ikan mati.
Sedang tahun 2008, ada sekira 15 ribu ton ikan yang mati. Pada 2009, ikan keramba kembali mati sebanyak 15 ribu ton, tahun 2010 sebanyak 500 ton, tahun 2011 sebanyak 500 ton, 2012 sebanyak 300 ton, dan tahun 2013 delapan ton ikan mati.
“Ini sudah biasa terjadi, hanya saja masyarakat kurang mengetahui siklus air. Selain itu, racun belerang dari danau Maninjau ini keluar dari dasarnya, itulah yang membuat ikan-ikan keramba ini mati,” pungkasnya.
(san)