Gempa Pacitan, warga lereng Merapi masih resah
Senin, 17 Maret 2014 - 17:02 WIB
Gempa Pacitan, warga lereng Merapi masih resah
A
A
A
Sindonews.com - Gempa bumi dengan skala 5,2 Skala Richter yang terjadi di Pacitan, Minggu (16/3) malam, membuat warga di lereng merapi risau. Warga khawatir gempa itu akan mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi.
Salah seorang warga Kemalang, Sudarta, menyebutkan gempa yang terjadi dapat dirasakan cukup kuat di lereng Merapi. Menurutnya lampu yang tergantung di atap rumah dapat bergoyang beberapa saat, selain itu gesekan kusen rumah juga terdengar cukup jelas saat gempa berlangsung.
Pihaknya mengatakan dengan kondisi itu, ia dan warga lain, mengaku takut jika gempa itu juga mempengaruhi dapur magma di Merapi. Apalagi jarak antara Pacitan dan Gunung Merapi tidak terlalu jauh.
"Saat 2006 lalu, gempa Yogyakarta bersamaan dengan meningkatnya aktivitas Merapi, entah itu kebetulan atau memang berpengaruh, kami tidak tahu," tuturnya, Senin (17/3/2014) siang.
Warga lainnya, Fatimah, menyebutkan ketakutan warga akan meningkatnya aktivitas Merapi itu wajar. Menurutnya hal itu disebabkan rasa trauma yang dialami oleh warga saat Merapi meletus pada tahun-tahun sebelumnya.
Apalagi saat ini aktivitas Merapi tidak bisa diprediksi, sehingga ketakutan warga semakin tinggi. "Kemarin tidak ada tanda-tanda tiba-tiba Merapi batuk, jadi saat gempa tadi malam kita takut itu wajar," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Joko Rukminto, mengatakan terpengaruhnya aktivitas Merapi dengan gempa yang terjadi itu relatif.
Menurut dia gempa yang terjadi di Indonesia itu bisa saja mempengaruhi aktivitas Merapi namun bisa saja gempa itu tidak berefek apa-apa.
"Bisa saja gempa tektonik itu berpengaruh, namun sampai saat ini status Merapi masih aktif normal," ucapnya.
Pihaknya menyebutkan dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk tenang. Ia menyebutkan jika nantinya Merapi menunjukan aktivitas, pihaknya akan mengumumkan kepada masyarakat sekitar terutama di lereng Merapi.
Baca juga:
Gempa 5,2 SR guncang Pacitan
Salah seorang warga Kemalang, Sudarta, menyebutkan gempa yang terjadi dapat dirasakan cukup kuat di lereng Merapi. Menurutnya lampu yang tergantung di atap rumah dapat bergoyang beberapa saat, selain itu gesekan kusen rumah juga terdengar cukup jelas saat gempa berlangsung.
Pihaknya mengatakan dengan kondisi itu, ia dan warga lain, mengaku takut jika gempa itu juga mempengaruhi dapur magma di Merapi. Apalagi jarak antara Pacitan dan Gunung Merapi tidak terlalu jauh.
"Saat 2006 lalu, gempa Yogyakarta bersamaan dengan meningkatnya aktivitas Merapi, entah itu kebetulan atau memang berpengaruh, kami tidak tahu," tuturnya, Senin (17/3/2014) siang.
Warga lainnya, Fatimah, menyebutkan ketakutan warga akan meningkatnya aktivitas Merapi itu wajar. Menurutnya hal itu disebabkan rasa trauma yang dialami oleh warga saat Merapi meletus pada tahun-tahun sebelumnya.
Apalagi saat ini aktivitas Merapi tidak bisa diprediksi, sehingga ketakutan warga semakin tinggi. "Kemarin tidak ada tanda-tanda tiba-tiba Merapi batuk, jadi saat gempa tadi malam kita takut itu wajar," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Joko Rukminto, mengatakan terpengaruhnya aktivitas Merapi dengan gempa yang terjadi itu relatif.
Menurut dia gempa yang terjadi di Indonesia itu bisa saja mempengaruhi aktivitas Merapi namun bisa saja gempa itu tidak berefek apa-apa.
"Bisa saja gempa tektonik itu berpengaruh, namun sampai saat ini status Merapi masih aktif normal," ucapnya.
Pihaknya menyebutkan dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk tenang. Ia menyebutkan jika nantinya Merapi menunjukan aktivitas, pihaknya akan mengumumkan kepada masyarakat sekitar terutama di lereng Merapi.
Baca juga:
Gempa 5,2 SR guncang Pacitan
(lns)