SBY pulang tinggalkan 7 titik api di Riau
Senin, 17 Maret 2014 - 16:56 WIB
SBY pulang tinggalkan 7 titik api di Riau
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) hari ini meninggalkan Pekanbaru, Riau. Namun saat ditinggalkan, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini terdeteksi sebanyak tujuh titik api di Riau. Titik api tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kota Dumai.
"Untuk di Dumai ada lima hot spot. Terparah adalah di Kecamatan Pelintung. Kemudian di Kabupaten Inhil ada dua titik. Ini merupakan pantauan dari Satelit Terra dan Aqua," kata Kabid Data BNPB Agus Wibowo di Pekanbaru, Senin (17/3/2014).
Menurut dia, jumlah hot spot yang tersebar di Riau sudah menurun jumlahnya dibanding hari sebelumnya yang mencapai 171 titik api.
Sementara itu pantau di lapangan, saat ini kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru dan sekitarnya. Namun kondisi masih jauh lebih baik dibanding kemarin yang kabutnya tebal.
Sementara dampak kondisi kabut asap yang mulai menipis juga berdampak positif bagi polusi udara. Berdasarkan dara Indeks Starndar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru menunjukan level udara tidak sehat. Ini mengalami penurunan lagi sebelumnya level udara berbahaya.
Sementara itu sebelum bertolak dari Pekanbaru ke Yogyakarta, Presiden SBY mengintruksi penangulangan kabut asap selesai dalam waktu tiga pekan mendatang.
Baca juga:
Polisi selidiki 2 perusahaan terlibat pembakaran lahan
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini terdeteksi sebanyak tujuh titik api di Riau. Titik api tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kota Dumai.
"Untuk di Dumai ada lima hot spot. Terparah adalah di Kecamatan Pelintung. Kemudian di Kabupaten Inhil ada dua titik. Ini merupakan pantauan dari Satelit Terra dan Aqua," kata Kabid Data BNPB Agus Wibowo di Pekanbaru, Senin (17/3/2014).
Menurut dia, jumlah hot spot yang tersebar di Riau sudah menurun jumlahnya dibanding hari sebelumnya yang mencapai 171 titik api.
Sementara itu pantau di lapangan, saat ini kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru dan sekitarnya. Namun kondisi masih jauh lebih baik dibanding kemarin yang kabutnya tebal.
Sementara dampak kondisi kabut asap yang mulai menipis juga berdampak positif bagi polusi udara. Berdasarkan dara Indeks Starndar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru menunjukan level udara tidak sehat. Ini mengalami penurunan lagi sebelumnya level udara berbahaya.
Sementara itu sebelum bertolak dari Pekanbaru ke Yogyakarta, Presiden SBY mengintruksi penangulangan kabut asap selesai dalam waktu tiga pekan mendatang.
Baca juga:
Polisi selidiki 2 perusahaan terlibat pembakaran lahan
(lns)