Sepatu pengacara terdakwa kasus Sisca hilang di PN Bandung
Senin, 17 Maret 2014 - 14:29 WIB
Sepatu pengacara terdakwa kasus Sisca hilang di PN Bandung
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang pembacaan nota pembelaan atau pledoi, kuasa hukum dua terdakwa kasus Sisca Yofie, Dadang Sukmawijaya, malah kehilangan sepatu.
Sialnya, sepatu itu hilang saat dia mengikuti ibadah salat Zuhur di musala Pengadilan Negeri (PN) Bandung.
"Tadi itu salat sekira pukul 13.00 WIB. Seperti biasa sepatu itu disimpan di tempatnya, sama dengan yang lain," ucap Dadang saat berbincang dengan sejumlah wartawan, Senin (17/3/2014).
Usai salat atau sekira lima menit berlalu, Dada pun keluar musala dan langsung menuju tempat dia menyimpan sepatu. "Pas dilihat, sepatu itu kan berjajar dengan yang orang lain. Tapi hanya punya saya aja yang enggak ada. Saya sempat cari-cari tapi gak ada," katanya.
Saat kejadian, kata Dadang, ada sekira lima orang yang tengah duduk-duduk di teras masjid tempat penyimpanan sepatu. Selain jemaah yang akan melaksanakan ibadah, di musala itu pun ada beberapa orang pedagang.
Dadang berharap, kejadian hilangnya sepatu seharga Rp350 ribu itu bisa menjadi pelajaran bagi yang lain termasuk pihak pengadilan.
"Bukan masalah Rp350ribu-nya, tapi dengan seperti ini saya harap pihak PN bisa meningkatkan pengawasan demi rasa aman dan nyaman pengunjung," tuturnya.
Apalagi lanjut Dadang, kehilangan sepatu tidak hanya menimpa Dadang, sebelumnya, pengacara yang lain juga kehilangan sepatu. "Ya mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran dan tidak kejadian lagi," tutupnya.
Baca juga:
Sidang kasus Sisca Yofie, saksi ketakutan
Sialnya, sepatu itu hilang saat dia mengikuti ibadah salat Zuhur di musala Pengadilan Negeri (PN) Bandung.
"Tadi itu salat sekira pukul 13.00 WIB. Seperti biasa sepatu itu disimpan di tempatnya, sama dengan yang lain," ucap Dadang saat berbincang dengan sejumlah wartawan, Senin (17/3/2014).
Usai salat atau sekira lima menit berlalu, Dada pun keluar musala dan langsung menuju tempat dia menyimpan sepatu. "Pas dilihat, sepatu itu kan berjajar dengan yang orang lain. Tapi hanya punya saya aja yang enggak ada. Saya sempat cari-cari tapi gak ada," katanya.
Saat kejadian, kata Dadang, ada sekira lima orang yang tengah duduk-duduk di teras masjid tempat penyimpanan sepatu. Selain jemaah yang akan melaksanakan ibadah, di musala itu pun ada beberapa orang pedagang.
Dadang berharap, kejadian hilangnya sepatu seharga Rp350 ribu itu bisa menjadi pelajaran bagi yang lain termasuk pihak pengadilan.
"Bukan masalah Rp350ribu-nya, tapi dengan seperti ini saya harap pihak PN bisa meningkatkan pengawasan demi rasa aman dan nyaman pengunjung," tuturnya.
Apalagi lanjut Dadang, kehilangan sepatu tidak hanya menimpa Dadang, sebelumnya, pengacara yang lain juga kehilangan sepatu. "Ya mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran dan tidak kejadian lagi," tutupnya.
Baca juga:
Sidang kasus Sisca Yofie, saksi ketakutan
(lns)