Penanganan kabut asap perlu tindakan nyata jangan hanya pencitraan
Jum'at, 14 Maret 2014 - 17:35 WIB
Penanganan kabut asap perlu tindakan nyata jangan hanya pencitraan
A
A
A
Sindonews.com - Respon yang dilakukan Presiden Susilo BambangYudhoyono (SBY) terhadap penanganan kabut asap di Riau dinilai sangat lamban.
Walaupun SBY telah menyemprot Gubernur Riau Annas Mamun dan Menko Kesra Agung Laksono soal penanganan kabut asap.
Mereka mendesak agar SBY dan Pemprov Riau segera mengatasi persoalan tersebut dengan aksi nyata jangan hanya membuat citra di media massa.
Riyan warga Jalan Ketitiran RT04/6 Kelurahan Kp Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru menuturkan, kabut asap ini merupakan yang terburuk selama beberapa tahun terakhir.
Menurut dia bencana kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tapi sudah mulai mengancam kesehatan warga.
"Bayangkan kabut asap sudah masuk ke dalam rumah. Bagaimana warga mau beraktivitas untuk bernapas saja sudah sulit. Kalau dibiarkan, ini mengkhawatirkan sekali. Bisa tambah parah sakitnya, radang paru dan juga bisa keracunan oksigen," jelasnya.
Karenanya pemerintah pusat maupun Pemprov Riau harus segera bertindak nyata untuk mengatasi bencana ini jangan hanya pencitraan di televisi.
"Kabut asap Riau ini kan sudah menjadi bencana tahunan mustinya bisa diantisipasi jangan hanya terpaku. Setelah bertambah parah baru ada tindakan bagaimana ini gubernur dan SBY,"ungkap Riyan
Selain mengganggu pernafasan bencana ini, juga mengakibatkan jarak pandang makin pendek. Menurut Riyan jarang pandang di wilayah tempat tinggalnya hanya 100 meter.
Baca juga :
Menkokesra juga jadi korban 'semprot' SBY
Berang, SBY 'semprot' Gubernur Riau
Walaupun SBY telah menyemprot Gubernur Riau Annas Mamun dan Menko Kesra Agung Laksono soal penanganan kabut asap.
Mereka mendesak agar SBY dan Pemprov Riau segera mengatasi persoalan tersebut dengan aksi nyata jangan hanya membuat citra di media massa.
Riyan warga Jalan Ketitiran RT04/6 Kelurahan Kp Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru menuturkan, kabut asap ini merupakan yang terburuk selama beberapa tahun terakhir.
Menurut dia bencana kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tapi sudah mulai mengancam kesehatan warga.
"Bayangkan kabut asap sudah masuk ke dalam rumah. Bagaimana warga mau beraktivitas untuk bernapas saja sudah sulit. Kalau dibiarkan, ini mengkhawatirkan sekali. Bisa tambah parah sakitnya, radang paru dan juga bisa keracunan oksigen," jelasnya.
Karenanya pemerintah pusat maupun Pemprov Riau harus segera bertindak nyata untuk mengatasi bencana ini jangan hanya pencitraan di televisi.
"Kabut asap Riau ini kan sudah menjadi bencana tahunan mustinya bisa diantisipasi jangan hanya terpaku. Setelah bertambah parah baru ada tindakan bagaimana ini gubernur dan SBY,"ungkap Riyan
Selain mengganggu pernafasan bencana ini, juga mengakibatkan jarak pandang makin pendek. Menurut Riyan jarang pandang di wilayah tempat tinggalnya hanya 100 meter.
Baca juga :
Menkokesra juga jadi korban 'semprot' SBY
Berang, SBY 'semprot' Gubernur Riau
(sms)