Kasus kekerasan remaja menurun, tapi lebih sadis
Jum'at, 14 Maret 2014 - 17:17 WIB
Kasus kekerasan remaja menurun, tapi lebih sadis
A
A
A
Sindonews.com - Kendati secara kuantitas menurun, Polda Metro Jaya melihat kualitas kekerasan yang terjadi dikalangan remaja semakin meningkat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, dalam melakukan penganiayaan saat ini kualitas dari kekerasan mengalami peningkatan.
"Dapat dilihat dari alat-alat yang digunakan untuk melakukan kekerasannya," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/3/2014).
Hal ini dapat dibuktikan, dari data yang dimiliki Polda Metro Jaya terkait pembunuhan pada bulan Januari 2012 ada sebanyak enam laporan, Februari tiga laporan dan maret ada 11 laporan.
Sedangkan pada tahun 2013 pada Januari ada enam laporan dan Februari satu laporan sedangkan bulan Maret baru tiga laporan.
Kabid menegaskan, dalam kasus kekerasan yang melibatkan remaja memang tidak terlepas dari sifat labil yang dimiliki pada remaja. Sehingga, apa yang dilakukan para remaja adalah untuk menunjukan eksistensinya.
"Jadi, mereka akan merasa sok jago, menunjukan sikap dominan, dan intimidasi," jelasnya.
Untuk pencegahannya sendiri, polisi tidak bisa bekerja sendiri melainkan perlunya dukungan dari keluarga, lingkungan dan juga sekolah.
"Paling penting itu adalah di lingkungan keluarga," tuturnya, selanjutnya adalah lingkungan pergaulan mereka.
Sebenarnya, kebutuhan remaja-remaja tersebut bukanlah materi melainkan tempat curhat. Sehingga, bila orang yang dijadikan curhatnya itu memberikan saran baik maka perilakunya akan lurus.
"Sekarang lebih banyak ditemui para remaja ini justru curhatnya ditongkrongan, karena kurangnya perhatian orangtua," tegasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, dalam melakukan penganiayaan saat ini kualitas dari kekerasan mengalami peningkatan.
"Dapat dilihat dari alat-alat yang digunakan untuk melakukan kekerasannya," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/3/2014).
Hal ini dapat dibuktikan, dari data yang dimiliki Polda Metro Jaya terkait pembunuhan pada bulan Januari 2012 ada sebanyak enam laporan, Februari tiga laporan dan maret ada 11 laporan.
Sedangkan pada tahun 2013 pada Januari ada enam laporan dan Februari satu laporan sedangkan bulan Maret baru tiga laporan.
Kabid menegaskan, dalam kasus kekerasan yang melibatkan remaja memang tidak terlepas dari sifat labil yang dimiliki pada remaja. Sehingga, apa yang dilakukan para remaja adalah untuk menunjukan eksistensinya.
"Jadi, mereka akan merasa sok jago, menunjukan sikap dominan, dan intimidasi," jelasnya.
Untuk pencegahannya sendiri, polisi tidak bisa bekerja sendiri melainkan perlunya dukungan dari keluarga, lingkungan dan juga sekolah.
"Paling penting itu adalah di lingkungan keluarga," tuturnya, selanjutnya adalah lingkungan pergaulan mereka.
Sebenarnya, kebutuhan remaja-remaja tersebut bukanlah materi melainkan tempat curhat. Sehingga, bila orang yang dijadikan curhatnya itu memberikan saran baik maka perilakunya akan lurus.
"Sekarang lebih banyak ditemui para remaja ini justru curhatnya ditongkrongan, karena kurangnya perhatian orangtua," tegasnya.
(ysw)