Disiksa, Sara juga ditelanjangi Hafitd
Jum'at, 14 Maret 2014 - 15:30 WIB
Disiksa, Sara juga ditelanjangi Hafitd
A
A
A
Sindonews.com - Selama penyiksaan Ade Sara Angelina Suroto, (19), kedua pelaku, yakni Hafitd dan Assyifa ternyata juga membuka paksa baju korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, dari pemeriksaan, kedua pelaku mengakui kalau korban sempat disuruh membuka pakaiannya.
Ditelanjanginya Sara dilakukan ketika ketiganya berada di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Ketika dipaksa, korban sempat menolak hingga akhirnya korban menuruti keinginan kedua pelaku.
Korban pun membuka bajunya sambil diawasi oleh Assyifa yang duduk di samping Sara sementara Hafitd mengendarai mobil. Korban melepaskan pakaiannya seluruhnya.
"Hanya pakaian luarnya saja, dia tetap memakai pakaian dalamnya," jelasnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/3/2014).
Sementara, Kanit V Subdit Umum Ditkrimum Polda Metro Jaya Kompol Antonius Agus menegaskan, pelaku tidak melakukan pelecehan seksual terhadap korban.
Alasan mereka menyuruh korban menanggalkan pakaiannya agar korban tidak melarikan diri.
"Kalau telanjang kan dia jadi mau keluar," tuturnya.
Ketika disiksa dan mulutnya dimaukan kertas oleh Assyifa, Sara tewas. Para pelaku sempat panik ketika mengetahui korban sudah tidak bernyawa.
Ketika teman pelaku datang yang bernama Galan, Assyifa memakaikan baju korban.
"Galan itu yang dimintai tolong memperbaiki aki di Kemayoran," tuturnya.
Sehingga, saat dibuang kondisi jenazahnya sudah dalam memakai pakaian.
"Makanya saat ditemukan memang ada keganjilan di pakaiannya," tegasnya.
Baca juga:
Ada motif lain dibalik pembunuhan Sara
Kasus pembunuhan Sara dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, dari pemeriksaan, kedua pelaku mengakui kalau korban sempat disuruh membuka pakaiannya.
Ditelanjanginya Sara dilakukan ketika ketiganya berada di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Ketika dipaksa, korban sempat menolak hingga akhirnya korban menuruti keinginan kedua pelaku.
Korban pun membuka bajunya sambil diawasi oleh Assyifa yang duduk di samping Sara sementara Hafitd mengendarai mobil. Korban melepaskan pakaiannya seluruhnya.
"Hanya pakaian luarnya saja, dia tetap memakai pakaian dalamnya," jelasnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/3/2014).
Sementara, Kanit V Subdit Umum Ditkrimum Polda Metro Jaya Kompol Antonius Agus menegaskan, pelaku tidak melakukan pelecehan seksual terhadap korban.
Alasan mereka menyuruh korban menanggalkan pakaiannya agar korban tidak melarikan diri.
"Kalau telanjang kan dia jadi mau keluar," tuturnya.
Ketika disiksa dan mulutnya dimaukan kertas oleh Assyifa, Sara tewas. Para pelaku sempat panik ketika mengetahui korban sudah tidak bernyawa.
Ketika teman pelaku datang yang bernama Galan, Assyifa memakaikan baju korban.
"Galan itu yang dimintai tolong memperbaiki aki di Kemayoran," tuturnya.
Sehingga, saat dibuang kondisi jenazahnya sudah dalam memakai pakaian.
"Makanya saat ditemukan memang ada keganjilan di pakaiannya," tegasnya.
Baca juga:
Ada motif lain dibalik pembunuhan Sara
Kasus pembunuhan Sara dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
(ysw)