Asap makin pekat, warga bingung mau ke mana lagi
Jum'at, 14 Maret 2014 - 11:55 WIB
Asap makin pekat, warga bingung mau ke mana lagi
A
A
A
Sindonews.com - Dari hari ke hari kabut asap Riau semakit pekat dan menyesakan dada. Warga binggung mau ke mana lagi harus mencari udara yang sedikit segar.
Gedung-gedung dan rumah-rumah warga sudah tidak tampak lagi karena kabut asap. Jarak pandang diperkirakan hanya 50 meter.
"Kami sudah pasrah dengan kondisi seperti ini. Di luar rumah banyak asap. Di rumah, asap sudah masuk," keluh Agus Kurniawan warga Sukajadi Pekanbaru Jumat (14/3/2014).
Sementara itu di jalan raya, hampir semua pengendara motor menghidupkan lampu. Ini karena jarak pandang yang sangat terbatas. Polisi pun terlihat sibuk mengatur lalu lintas yang semakin semerut.
"Kami harus hidupkan lampu untuk mencegah tabrakan. Ini sudah sangat membahayakan. Ke mana saja pemerintah dalam penanggulangan asap ini?" ketus Hendri Wibisono pengusaha pecel lele itu.
Sementara berdasarkan pantauan pada papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masih menunjukan kondisi udara yang berbahaya. Saat ini sudah 55 ribu warga Riau terserang Inpesksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Gedung-gedung dan rumah-rumah warga sudah tidak tampak lagi karena kabut asap. Jarak pandang diperkirakan hanya 50 meter.
"Kami sudah pasrah dengan kondisi seperti ini. Di luar rumah banyak asap. Di rumah, asap sudah masuk," keluh Agus Kurniawan warga Sukajadi Pekanbaru Jumat (14/3/2014).
Sementara itu di jalan raya, hampir semua pengendara motor menghidupkan lampu. Ini karena jarak pandang yang sangat terbatas. Polisi pun terlihat sibuk mengatur lalu lintas yang semakin semerut.
"Kami harus hidupkan lampu untuk mencegah tabrakan. Ini sudah sangat membahayakan. Ke mana saja pemerintah dalam penanggulangan asap ini?" ketus Hendri Wibisono pengusaha pecel lele itu.
Sementara berdasarkan pantauan pada papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masih menunjukan kondisi udara yang berbahaya. Saat ini sudah 55 ribu warga Riau terserang Inpesksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
(lns)