Pengakuan pengeroyok yang tewaskan Mia
Kamis, 13 Maret 2014 - 15:19 WIB
Pengakuan pengeroyok yang tewaskan Mia
A
A
A
Sindonews.com - Pengeroyokan yang dilakukan sejumlah remaja terhadap Mia Nuraini (16) ternyata dilatari masalah cemburu. Diduga para pelaku awalnya mengincar SS yang pernah memukuli AN mantan pacar Mia.
Enam pelaku yang kini meringkuk di Mapolsek Cilandak Jakarta Selatan adalah, AHG (21), NP (16), IR (30), CY (19), YH (19), dan PA (20). Untuk YH dan PA adalah wanita yang ikut serta dalam pengeroyokan tersebut.
Salah satu pelaku, NP mengaku kalau dia diajak oleh AN untuk memberi pelajaran terhadap SS.
"Saya diajak, katanya mau mukulin SS," katanya di Mapolsek Cilandak, Kamis (13/3/2014).
Menurutnya, dia tidak mengetahui kalau ada korban tewas. Karena, pada saat mereka melakukan pengeroyokan seluruh korban masih hidup.
NP menjelaskan, sebenarnya mereka semua adalah teman satu tongkrongan.
"Kita suka nongkrong di Gandaria, tapi AN musuhan sama SS karena pernah dipukulin," jelasnya.
Sebelum melakukan pengeroyokan, dia mengaku memang sudah merencanakan seminggu sebelumnya. Tetapi, rencana pengeroyokan akan dilakukan ditongkrongan.
Sayangnya, beberapa lama SS tidak muncul. Pada Selasa 11 Maret 2014 malam akhirnya mereka keliling untuk mencari SS. Hingga akhirnya AN bertemu di Jalan Poncol Raya, melihat hal tersebut AN kemudian menghubungi dia dan kawan-kawannya hingga terjadi pengeroyokan yang menewaskan Mia.
Enam pelaku yang kini meringkuk di Mapolsek Cilandak Jakarta Selatan adalah, AHG (21), NP (16), IR (30), CY (19), YH (19), dan PA (20). Untuk YH dan PA adalah wanita yang ikut serta dalam pengeroyokan tersebut.
Salah satu pelaku, NP mengaku kalau dia diajak oleh AN untuk memberi pelajaran terhadap SS.
"Saya diajak, katanya mau mukulin SS," katanya di Mapolsek Cilandak, Kamis (13/3/2014).
Menurutnya, dia tidak mengetahui kalau ada korban tewas. Karena, pada saat mereka melakukan pengeroyokan seluruh korban masih hidup.
NP menjelaskan, sebenarnya mereka semua adalah teman satu tongkrongan.
"Kita suka nongkrong di Gandaria, tapi AN musuhan sama SS karena pernah dipukulin," jelasnya.
Sebelum melakukan pengeroyokan, dia mengaku memang sudah merencanakan seminggu sebelumnya. Tetapi, rencana pengeroyokan akan dilakukan ditongkrongan.
Sayangnya, beberapa lama SS tidak muncul. Pada Selasa 11 Maret 2014 malam akhirnya mereka keliling untuk mencari SS. Hingga akhirnya AN bertemu di Jalan Poncol Raya, melihat hal tersebut AN kemudian menghubungi dia dan kawan-kawannya hingga terjadi pengeroyokan yang menewaskan Mia.
(ysw)