Kerahkan pesawat pengintai, Lanud Hasanuddin bantu cari MH370
Kamis, 13 Maret 2014 - 15:06 WIB
Kerahkan pesawat pengintai, Lanud Hasanuddin bantu cari MH370
A
A
A
Sindonews.com - Pangkalan Udara TNI AU Sultan Hasanuddin mengerahkan satu pesawat pengintai jenis Boeing 737 Seri 200 untuk membantu mencari jejak keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak beberapa hari lalu.
Komandan Lanud (Danlanud) TNI AU Marsekal Pertama TNI AU Dody Trisunu menuturkan, pencarian itu telah dilakukan sejak Senin 10 Maret 2014 lalu sesuai instruksi Kopsau I di Jakarta. Pesawat Boeing 737 seri 200 ini diberangkatkan dari Skadron Udara 5, Lanud Hasanuddin.
"Sejak diperintahkan, belum ada batas waktu sampai kapan pencarian itu dilakukan. Selama tidak ada perintah untuk berhenti, maka kami tetap akan melakukan pencarian," jelasnya, Kamis (13/3/2014).
Dia menuturkan, untuk saat ini TNI AU akan menyusuri wilayah selat Malaka yang dimulai dari ujung Aceh sampai ujung Kepulauan Riau. Hal itu berdasarkan permintaan dari Pemerintah Malaysia.
"Jika pemerintah Malaysia meminta kita untuk menyisiri daerah lain, maka kita akan mencari di lokasi lain. Namun untuk saat ini, TNI masih fokus di Selat Malaka," ungkap Dody.
Dia menjelaskan, pesawat yang dikerahkan merupakan pesawat pengintai yang mampu mendeteksi keberadaan benda lain hingga 15 kaki diatas permukaan laut.
Dipilihnya pesawat ini karena untuk mencari benda-benda yang berada di lautan. Selain itu, pesawat itu mampu terbang rendah di atas 10 ribu kaki.
"Pesawat ini dikhususkan untuk mengintai dan merupakan pesawat canggih yang dimiliki TNI AU Lanud Hasanuddin. Secara elektronik pesawat ini mampu menerobos dan melacak beberapa benda-benda di dasar laut, ataupun di daerah yang diperkirakan tidak terjangkau. Kemampuan pesawat ini untuk melakukan pengawasan peningkatan terhadap objek di permukaan laut. Pesawat ini mampu mengetahui secara detail objek yang dicarinya," papar Danlanud.
Untuk pencarian pesawat Malaysia Airlines Boeing 737 200 MH 370 itu, kata Dody, 14 personil diikutkan dalam misi pencarian tersebut. Dengan waktu operasi pengamatan sampai enam jam.
Pesawat Boeing 737 seri 200 milik TNI AU Lanud Hasanuddin ini, lanjut Dody, juga pernah digunakan untuk mencari pesawat Adam Air yang diperkirakan hilang di Perairan Majene tahun 2006 lalu.
Komandan Lanud (Danlanud) TNI AU Marsekal Pertama TNI AU Dody Trisunu menuturkan, pencarian itu telah dilakukan sejak Senin 10 Maret 2014 lalu sesuai instruksi Kopsau I di Jakarta. Pesawat Boeing 737 seri 200 ini diberangkatkan dari Skadron Udara 5, Lanud Hasanuddin.
"Sejak diperintahkan, belum ada batas waktu sampai kapan pencarian itu dilakukan. Selama tidak ada perintah untuk berhenti, maka kami tetap akan melakukan pencarian," jelasnya, Kamis (13/3/2014).
Dia menuturkan, untuk saat ini TNI AU akan menyusuri wilayah selat Malaka yang dimulai dari ujung Aceh sampai ujung Kepulauan Riau. Hal itu berdasarkan permintaan dari Pemerintah Malaysia.
"Jika pemerintah Malaysia meminta kita untuk menyisiri daerah lain, maka kita akan mencari di lokasi lain. Namun untuk saat ini, TNI masih fokus di Selat Malaka," ungkap Dody.
Dia menjelaskan, pesawat yang dikerahkan merupakan pesawat pengintai yang mampu mendeteksi keberadaan benda lain hingga 15 kaki diatas permukaan laut.
Dipilihnya pesawat ini karena untuk mencari benda-benda yang berada di lautan. Selain itu, pesawat itu mampu terbang rendah di atas 10 ribu kaki.
"Pesawat ini dikhususkan untuk mengintai dan merupakan pesawat canggih yang dimiliki TNI AU Lanud Hasanuddin. Secara elektronik pesawat ini mampu menerobos dan melacak beberapa benda-benda di dasar laut, ataupun di daerah yang diperkirakan tidak terjangkau. Kemampuan pesawat ini untuk melakukan pengawasan peningkatan terhadap objek di permukaan laut. Pesawat ini mampu mengetahui secara detail objek yang dicarinya," papar Danlanud.
Untuk pencarian pesawat Malaysia Airlines Boeing 737 200 MH 370 itu, kata Dody, 14 personil diikutkan dalam misi pencarian tersebut. Dengan waktu operasi pengamatan sampai enam jam.
Pesawat Boeing 737 seri 200 milik TNI AU Lanud Hasanuddin ini, lanjut Dody, juga pernah digunakan untuk mencari pesawat Adam Air yang diperkirakan hilang di Perairan Majene tahun 2006 lalu.
(sms)