Ini kronologi pembunuhan dilakukan Dedeh terhadap putrinya
Kamis, 13 Maret 2014 - 09:02 WIB
Ini kronologi pembunuhan dilakukan Dedeh terhadap putrinya
A
A
A
Sindonews.com – Nama Dedeh Uum Fatimah kini semakin hangat diperbincangkan lantaran perbuatannya yang telah tega menghabisi nyawa anak bungsunya, Aisah Fany, dengan cara yang keji.
Fany, ditemukan tak bernyawa dalam sebuah toren berisi air di rumahnya Kampung Cijeunjing, RT 5 RW 22, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa 11 Maret lalu.
Lalu seperti apa kronologi pembunuhan itu bisa terjadi? Berikut kronologi
yang dihimpun dari berbagai sumber:
3.00 WIB: Dedeh yang mengaku tak sadar tiba-tiba mengikat anak keduanya, Muhamad Fahrul Rabani (10) yang tengah tertidur. Namun karena korban melawan, ikatan itu pun lepas dan Dedeh pun meninggalkannya.
3.05 WIB: Dedeh mengalihkan aksinya terhadap anak bungsunya, Aisah Fany (2,5), yang masih terlelap tidur. Aisah digendong dengan dibalut sebuah mukena ke lantai dua. Di situ, Dedeh langsung memasukan Aisah yang masih tertidur ke dalam sebuah toren berisi air dengan kapasitas 1.500 liter dengan tinggi sekira 1,5 meter.
3.10 WIB: Dedeh kembali meghampiri Fahrul. Kali ini, dia langsung menggendongnya ke lantai dua tempat toren itu berada. Fahrul dimasukan ke dalam toren dengan posisi kepala dibawah dengan dibantu sebuah kursi sebagai tumpuan Dedeh. Namun Fahrul yang sudah cukup dewasa berontak dan berhasil keluar.
3.15 WIB: Disaat itu, Dedeh pun kembali memasukan Fahrul namun hal itu kembali tak membuahkan hasil. Bahkan dalam percobaan keduanya, Fahrul sempat berteriak.
3.20 WIB: Anak pertama Dedeh, Muhamad Rizal (15) yang tidur dilantai dua terbangun dengan kegaduhan dan teriakan dari adiknya. Rizal yang mengetahui hal itu pun langsung menelepon tantenya Rosita.
3.30 WIB: Rosita bersama beberapa keluarga lainnya datang menyelamatkan dan membawa Fahrul ketempat aman. Sementara Dedeh usai kejadian langsung menghilang.
4.00 WIB: Rosita baru tahu jika Aisah telah menjadi korban pembunuhan Dedeh. Rosita pun kembali kerumah dan meminta bantuan keluarga lain untuk mengangkat Aisah yang sudah tak bernyawa didasar toren air. Rosita pun langsung membawa Aisah ketempat ‘pengungsian’ Fahrul.
Akhirnya kisah ini pun usai setelah Dedeh langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Padalarang. Dan kini kasus pembunuhan ini masih dilanjutkan dan ditangani oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi.
Baca juga:
Tenggelamkan anak dalam tong, DUF terancam hukuman mati
Fany, ditemukan tak bernyawa dalam sebuah toren berisi air di rumahnya Kampung Cijeunjing, RT 5 RW 22, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa 11 Maret lalu.
Lalu seperti apa kronologi pembunuhan itu bisa terjadi? Berikut kronologi
yang dihimpun dari berbagai sumber:
3.00 WIB: Dedeh yang mengaku tak sadar tiba-tiba mengikat anak keduanya, Muhamad Fahrul Rabani (10) yang tengah tertidur. Namun karena korban melawan, ikatan itu pun lepas dan Dedeh pun meninggalkannya.
3.05 WIB: Dedeh mengalihkan aksinya terhadap anak bungsunya, Aisah Fany (2,5), yang masih terlelap tidur. Aisah digendong dengan dibalut sebuah mukena ke lantai dua. Di situ, Dedeh langsung memasukan Aisah yang masih tertidur ke dalam sebuah toren berisi air dengan kapasitas 1.500 liter dengan tinggi sekira 1,5 meter.
3.10 WIB: Dedeh kembali meghampiri Fahrul. Kali ini, dia langsung menggendongnya ke lantai dua tempat toren itu berada. Fahrul dimasukan ke dalam toren dengan posisi kepala dibawah dengan dibantu sebuah kursi sebagai tumpuan Dedeh. Namun Fahrul yang sudah cukup dewasa berontak dan berhasil keluar.
3.15 WIB: Disaat itu, Dedeh pun kembali memasukan Fahrul namun hal itu kembali tak membuahkan hasil. Bahkan dalam percobaan keduanya, Fahrul sempat berteriak.
3.20 WIB: Anak pertama Dedeh, Muhamad Rizal (15) yang tidur dilantai dua terbangun dengan kegaduhan dan teriakan dari adiknya. Rizal yang mengetahui hal itu pun langsung menelepon tantenya Rosita.
3.30 WIB: Rosita bersama beberapa keluarga lainnya datang menyelamatkan dan membawa Fahrul ketempat aman. Sementara Dedeh usai kejadian langsung menghilang.
4.00 WIB: Rosita baru tahu jika Aisah telah menjadi korban pembunuhan Dedeh. Rosita pun kembali kerumah dan meminta bantuan keluarga lain untuk mengangkat Aisah yang sudah tak bernyawa didasar toren air. Rosita pun langsung membawa Aisah ketempat ‘pengungsian’ Fahrul.
Akhirnya kisah ini pun usai setelah Dedeh langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Padalarang. Dan kini kasus pembunuhan ini masih dilanjutkan dan ditangani oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi.
Baca juga:
Tenggelamkan anak dalam tong, DUF terancam hukuman mati
(lns)