Dedeh tak sadar saat membunuh anak kandungnya
Kamis, 13 Maret 2014 - 08:22 WIB
Dedeh tak sadar saat membunuh anak kandungnya
A
A
A
Sindonews.com – Dedeh Uum Fatimah, pelaku pembunuhan terhadap anak bungsunya sendiri Aisah Fany mengaku tidak sengaja melakukannya.Hal itu diakui Dedeh di depan ayah kandungya Ateng Kusnadi (78) saat menjenguk di Mapolres Cimahi
“Dia bilang tiba-tiba saja. Katanya gak sadar,” tutur Ateng, Kamis (13/3/2014).
Kepada Ateng, Dedeh mengaku jika saat itu tiba-tiba saja terbangun dan mengikat anaknya yang kedua Muhamad Fahrul Rabani.
Bahkan, secara tiba-tiba dia menggendong anak bungsunya Aisah dengan dibalut sebuah mukena dan langsung menceburkannya ke dalam toren berisi air di lantai dua.
“Baru lah pas masuk ke toren itu dia katanya baru sadar. Makanya sekarang mukenanya, dipegang terus sama anak saya, katanya buat mengenang,” katanya.
Lebih lanjut Ateng mengungkapkan, saat ini kondisi anaknya masih labil. Bahkan sebelum Ateng menjenguknya, Dedeh bersikap aneh, melantur, dan marah-marah terhadap siapa pun termasuk kepada penyidik.
“Ya Abah (Ateng) heran aja kok bisa sampai begini. Tapi Abah terima apa adanya, ini sudah menjadi takdir Allah,” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan dilakukan seorang ibu terhadap anak kandungnya sendiri terjadi di rumah Kampung Cijeunjing, RT 5 RW 22, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Baca juga:
Tenggelamkan anak dalam tong, DUF terancam hukuman mati
“Dia bilang tiba-tiba saja. Katanya gak sadar,” tutur Ateng, Kamis (13/3/2014).
Kepada Ateng, Dedeh mengaku jika saat itu tiba-tiba saja terbangun dan mengikat anaknya yang kedua Muhamad Fahrul Rabani.
Bahkan, secara tiba-tiba dia menggendong anak bungsunya Aisah dengan dibalut sebuah mukena dan langsung menceburkannya ke dalam toren berisi air di lantai dua.
“Baru lah pas masuk ke toren itu dia katanya baru sadar. Makanya sekarang mukenanya, dipegang terus sama anak saya, katanya buat mengenang,” katanya.
Lebih lanjut Ateng mengungkapkan, saat ini kondisi anaknya masih labil. Bahkan sebelum Ateng menjenguknya, Dedeh bersikap aneh, melantur, dan marah-marah terhadap siapa pun termasuk kepada penyidik.
“Ya Abah (Ateng) heran aja kok bisa sampai begini. Tapi Abah terima apa adanya, ini sudah menjadi takdir Allah,” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan dilakukan seorang ibu terhadap anak kandungnya sendiri terjadi di rumah Kampung Cijeunjing, RT 5 RW 22, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Baca juga:
Tenggelamkan anak dalam tong, DUF terancam hukuman mati
(lns)