Armada kerap mogok, Transjakarta salahkan penumpang
Kamis, 13 Maret 2014 - 05:45 WIB
Armada kerap mogok, Transjakarta salahkan penumpang
A
A
A
Sindonews.com - Nampaknya pengelola bus Transjakarta sudah kehabisan akal mengatasi armada mereka yang kerap mogok dan terbakar. Bukannya memberi solusi, Unit Pengelola Transjakarta malah menyalahkan penumpang dengan kondisi tersebut.
Humas UP Transjakarta, Sri Ulina Pinem mengatakan, armada bus Transjakarta yang keluar pool selalu melewati pemeriksaan rutin.
"Semua yang keluar dari pool itu busnya layak karena sudah dicek dulu," kata Sri Ulina Pinem, saat dihubungi Sindonews, Rabu 12 Maret 2014.
Mengenai kerusakan yang kerap terjadi pada armada bus Transjakarta, ditengarai karena kondisi jalan dan penumpang.
"Kalau kendala seperti itu kan sebagai pengelola enggak tahu gimana di lapangan. Mungkin berpengaruh dari kondisi jalan yang rusak atau kepenuhan beban penumpang," katanya.
Sri mengatakan bahwa beban busway single bisa mengangkut 85 penumpang dan untuk gandeng bisa mengangkut 160-170 penumpang.
Kondisi yang terjadi, biasanya penumpang suka memaksa untuk naik padahal sudah tidak bisa masuk lagi.
"Mereka (penumpang) itu terkadang suka memaksa masuk padahal petugas kami sudah bilang penuh. Sehingga mempengaruhi tekanan yang dibawa mesinnya juga berpengaruh," pungkasnya.
Baca juga:
Bus Transjakarta gandeng terbakar
Azas: Metro Mini bobrok tak ada yang pernah terbakar
Bus Transjakarta kembali terbakar
Humas UP Transjakarta, Sri Ulina Pinem mengatakan, armada bus Transjakarta yang keluar pool selalu melewati pemeriksaan rutin.
"Semua yang keluar dari pool itu busnya layak karena sudah dicek dulu," kata Sri Ulina Pinem, saat dihubungi Sindonews, Rabu 12 Maret 2014.
Mengenai kerusakan yang kerap terjadi pada armada bus Transjakarta, ditengarai karena kondisi jalan dan penumpang.
"Kalau kendala seperti itu kan sebagai pengelola enggak tahu gimana di lapangan. Mungkin berpengaruh dari kondisi jalan yang rusak atau kepenuhan beban penumpang," katanya.
Sri mengatakan bahwa beban busway single bisa mengangkut 85 penumpang dan untuk gandeng bisa mengangkut 160-170 penumpang.
Kondisi yang terjadi, biasanya penumpang suka memaksa untuk naik padahal sudah tidak bisa masuk lagi.
"Mereka (penumpang) itu terkadang suka memaksa masuk padahal petugas kami sudah bilang penuh. Sehingga mempengaruhi tekanan yang dibawa mesinnya juga berpengaruh," pungkasnya.
Baca juga:
Bus Transjakarta gandeng terbakar
Azas: Metro Mini bobrok tak ada yang pernah terbakar
Bus Transjakarta kembali terbakar
(ysw)