Alasan Arief lakukan mutasi besar-besaran
Rabu, 12 Maret 2014 - 16:48 WIB
Alasan Arief lakukan mutasi besar-besaran
A
A
A
Sindonews.com - Mutasi besar-besaran yang dilakukan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah diklaimnya sudah melalui mekanisme dan tahapan yang berlaku.
"Ada 148 jabatan kosong, ini harus disikapi karena akan berpengaruh kepada pelayanan pada masyarakat," terangnya saat ditemui di kantornya, Rabu (12/3/2014).
Jika dilakukan bertahap, lanjutnya, karena jika dilakukan sekaligus SDm yang ada belum siap.
Arief mencontohkan untuk menentukan posisi seseorang, ia bersama tim harus melakukan seleksi matang, sehingga tidak akan ada kesalahan penempatan yang akan berpengaruh pada kinerja pegawai tersebut nantinya.
"Ini semua sesuai kemampuannya, semua semata-mata bagaimana kedepannya organisasi dan pelayanan masyarakat," tegasnya.
Arief menampik keras tudingan kalau dirinya hendak memberangus loyalis-loyalis wali kota terdahulu dan menerapkan politik balas budi.
"Ini bukan pemberangusan, saya sama sekali tidak punya kepentingan pribadi di wilayah," tuturnya.
Arief mengaku tetap mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang selama ini sudah banyak berbuat di posisi sebelumnya. Ia berharap di posisi baru para pegawai dapat meningkatkan kinerja melayani masyarakat.
"Kalau pengamat bilang tidak wajar, saya rasa untuk membenahi organisasi adalah hal wajar, kalaupun dilakukan bergelombang ya karena kebutuhan dan kesiapannya, bisa saja sekali mutasi tapi besar, tapi kan tidak siap," ucapnya.
Baca juga:
Diam-diam Wali Kota Tangerang rombak kabinetnya
Pengamat: Mutasi di Pemkot Tangerang janggal
"Ada 148 jabatan kosong, ini harus disikapi karena akan berpengaruh kepada pelayanan pada masyarakat," terangnya saat ditemui di kantornya, Rabu (12/3/2014).
Jika dilakukan bertahap, lanjutnya, karena jika dilakukan sekaligus SDm yang ada belum siap.
Arief mencontohkan untuk menentukan posisi seseorang, ia bersama tim harus melakukan seleksi matang, sehingga tidak akan ada kesalahan penempatan yang akan berpengaruh pada kinerja pegawai tersebut nantinya.
"Ini semua sesuai kemampuannya, semua semata-mata bagaimana kedepannya organisasi dan pelayanan masyarakat," tegasnya.
Arief menampik keras tudingan kalau dirinya hendak memberangus loyalis-loyalis wali kota terdahulu dan menerapkan politik balas budi.
"Ini bukan pemberangusan, saya sama sekali tidak punya kepentingan pribadi di wilayah," tuturnya.
Arief mengaku tetap mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang selama ini sudah banyak berbuat di posisi sebelumnya. Ia berharap di posisi baru para pegawai dapat meningkatkan kinerja melayani masyarakat.
"Kalau pengamat bilang tidak wajar, saya rasa untuk membenahi organisasi adalah hal wajar, kalaupun dilakukan bergelombang ya karena kebutuhan dan kesiapannya, bisa saja sekali mutasi tapi besar, tapi kan tidak siap," ucapnya.
Baca juga:
Diam-diam Wali Kota Tangerang rombak kabinetnya
Pengamat: Mutasi di Pemkot Tangerang janggal
(ysw)