Dalami motif pembunuhan Sara, psikolog turun tangan
Rabu, 12 Maret 2014 - 14:53 WIB
Dalami motif pembunuhan Sara, psikolog turun tangan
A
A
A
Sindonews.com - Setelah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, tersangka pembunuh Ade Sara Angelina Suroto (19), Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani diperiksa kejiwaannya.
Nampaknya, Polda mulai mendalami perilaku pasangan sejoli ini yang cukup sadis ketika menghabisi nyawa teman SMA-nya tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, sejak kemarin keduanya sudah menjalani tes kesehatan di Mapolda Metro Jaya. Hasilnya, kedua pelaku dalam kondisi sehat.
"Agenda hari ini, kedua pelaku menjalani pemeriksaan psikologi, ini untuk mengetahui kondisi kejiwaan mereka," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/3/2014).
Tes psikologis itu, untuk mengetahui kepribadian pelaku, tingkat agresifitas, dan kemungkinan adanya penyimpangan perilaku.
Pemeriksaan kedua pelaku didampingi penyidik Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Sebelumnya diberitakan, tersangka Hafitd dan Assyifa dipindahkan dari Polresta Bekasi Kota ke Mapolda Metro Jaya.
Kasus pembunuhan ini dilimpahkan lantaran kedua pelaku banyak melintasi wilayah hukum Polda Metro Jaya. Meskipun mayat Ade ditemukan di Jalan Tol Bintara kilometer 41, Bekasi Barat, Jawa Barat, namun pelaku beraksi di jalan lingkar di kawasan Jakarta Selatan, Gondangdia Jakarta Pusat, serta Rawamangun Jakarta Timur.
Sara di eksekusi di dalam mobil Kia Visto bernomor polisi B 8328 milik Hafitd, dengan cara disetrum dan di sumpal mulutnya dengan tisu dan koran.
Hasil visum pun membuktikan bahwa Ade tewas dengan wajah membiru dan ditemukan serpihan koran di dalam tenggorokannya.
Nampaknya, Polda mulai mendalami perilaku pasangan sejoli ini yang cukup sadis ketika menghabisi nyawa teman SMA-nya tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, sejak kemarin keduanya sudah menjalani tes kesehatan di Mapolda Metro Jaya. Hasilnya, kedua pelaku dalam kondisi sehat.
"Agenda hari ini, kedua pelaku menjalani pemeriksaan psikologi, ini untuk mengetahui kondisi kejiwaan mereka," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/3/2014).
Tes psikologis itu, untuk mengetahui kepribadian pelaku, tingkat agresifitas, dan kemungkinan adanya penyimpangan perilaku.
Pemeriksaan kedua pelaku didampingi penyidik Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Sebelumnya diberitakan, tersangka Hafitd dan Assyifa dipindahkan dari Polresta Bekasi Kota ke Mapolda Metro Jaya.
Kasus pembunuhan ini dilimpahkan lantaran kedua pelaku banyak melintasi wilayah hukum Polda Metro Jaya. Meskipun mayat Ade ditemukan di Jalan Tol Bintara kilometer 41, Bekasi Barat, Jawa Barat, namun pelaku beraksi di jalan lingkar di kawasan Jakarta Selatan, Gondangdia Jakarta Pusat, serta Rawamangun Jakarta Timur.
Sara di eksekusi di dalam mobil Kia Visto bernomor polisi B 8328 milik Hafitd, dengan cara disetrum dan di sumpal mulutnya dengan tisu dan koran.
Hasil visum pun membuktikan bahwa Ade tewas dengan wajah membiru dan ditemukan serpihan koran di dalam tenggorokannya.
(ysw)