Penyiksaan ala Hafitd mencontoh adegan film
Selasa, 11 Maret 2014 - 17:51 WIB
Penyiksaan ala Hafitd mencontoh adegan film
A
A
A
Sindonews.com - Penyiksaan yang diderita mahasiswi cantik Universitas Bunda Mulia (UBM) Ade Sara Angelina Suroto (19) diduga dilakukan pelaku meniru adegan film.
Kriminolog dari Universitas Islam Asyafi'iah Masriadi Pasaribu menuturkan, apa yang dilakukan oleh Hafitd dan Assyifa dikarenakan mereka ingin mendapatkan perhatian.
"Usia mereka ini masih sangat labil sehingga emosinya gampak meledak," katanya ketika dihubungi, Selasa (11/3/2014).
Dia melanjutkan, bila dilihat dari caranya membunuh juga sebenarnya memang dilakukan dengan mencontoh film. Misalnya, penyiksaan dengan setrum bahkan intimidasi yang dilakukan tersebut memang seperti adegan film.
"Dalam melakukan pembunuhan sangat terlihat kalau memang mereka mencontoh," jelasnya.
Bahkan, dilihat dari cara membuang mayatnya juga memperlihatkan kepanikan mereka yaitu dengan digeletakan begitu saja di pinggir tol.
Menurutnya, apa yang menyebabkan mereka seperti itu tidak jauh dari perhatian orang tua. Sangat terlihat, para pelaku tersebut sepertinya memang tidak menjalin komunikasi yang baik dengan orang tuanya.
Motif yang ditemukan saat ini yaitu cemburu dan sakit hati sebenarnya bisa terhindar jika ada kedekatan orang tua dimana mereka bisa berbagi dalam segala masalah.
"Mungkin kalau komunikasi yang terjalin cukup baik dengan orang tuanya, hal-hal seperti ini bisa dihindari," tegasnya.
Selain itu, lingkungan juga mempengaruhi. Bisa dilihat dengan aksi kekerasan yang mereka lakukan kepada korbannya.
Untuk menghindari kasus ini terulang, dirinya meminta seluruh orang tua untuk kembali mendekatkan diri dengan putra-putrinya. Karena, komunikasi yang baik dilingkungan keluarga bisa mencegah hal-hal seperti ini terjadi.
Baca juga:
Selain psikopat, Hafitd juga dikenal sadis
Hafitd & Assyifa digiring ke Polda Metro Jaya
Kriminolog dari Universitas Islam Asyafi'iah Masriadi Pasaribu menuturkan, apa yang dilakukan oleh Hafitd dan Assyifa dikarenakan mereka ingin mendapatkan perhatian.
"Usia mereka ini masih sangat labil sehingga emosinya gampak meledak," katanya ketika dihubungi, Selasa (11/3/2014).
Dia melanjutkan, bila dilihat dari caranya membunuh juga sebenarnya memang dilakukan dengan mencontoh film. Misalnya, penyiksaan dengan setrum bahkan intimidasi yang dilakukan tersebut memang seperti adegan film.
"Dalam melakukan pembunuhan sangat terlihat kalau memang mereka mencontoh," jelasnya.
Bahkan, dilihat dari cara membuang mayatnya juga memperlihatkan kepanikan mereka yaitu dengan digeletakan begitu saja di pinggir tol.
Menurutnya, apa yang menyebabkan mereka seperti itu tidak jauh dari perhatian orang tua. Sangat terlihat, para pelaku tersebut sepertinya memang tidak menjalin komunikasi yang baik dengan orang tuanya.
Motif yang ditemukan saat ini yaitu cemburu dan sakit hati sebenarnya bisa terhindar jika ada kedekatan orang tua dimana mereka bisa berbagi dalam segala masalah.
"Mungkin kalau komunikasi yang terjalin cukup baik dengan orang tuanya, hal-hal seperti ini bisa dihindari," tegasnya.
Selain itu, lingkungan juga mempengaruhi. Bisa dilihat dengan aksi kekerasan yang mereka lakukan kepada korbannya.
Untuk menghindari kasus ini terulang, dirinya meminta seluruh orang tua untuk kembali mendekatkan diri dengan putra-putrinya. Karena, komunikasi yang baik dilingkungan keluarga bisa mencegah hal-hal seperti ini terjadi.
Baca juga:
Selain psikopat, Hafitd juga dikenal sadis
Hafitd & Assyifa digiring ke Polda Metro Jaya
(ysw)