Tekanan ekonomi tinggi, ibu bunuh anak kandung
Selasa, 11 Maret 2014 - 13:47 WIB
Tekanan ekonomi tinggi, ibu bunuh anak kandung
A
A
A
Sindonews.com - Aparat kepolisian menduga, DUF (38) pelaku pembunuhan sadis terhadap anak kandung memiliki kejiwaan yang tidak stabil. Hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
"Kemungkinan tekanan ekonomi, karema barang-barang dirumahnya seperti kendaraannya habis. Mungkin disita atau dijual untuk utang," ujar Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Suparma, saat dihubungi wartawan, Selasa (11/3/2014).
Suparma menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku adalah menggendong anak keduanya Fahrul, dan anak bungsunya Aisah, saat terlelap tidur.
Saat itu, keduanya dimasukan kedalam toren berisi air dan menutupnya hingga kurun waktu sekira satu jam. "Anak yang pertama karena sudah tinggi jadi bisa bernfas, sedangkan korban yang masih berumur 2,5 tahun meninggal," bebernya.
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi melibatkan psikolog untuk mendampingi pemeriksaan terhadap pelaku.
"Kemungkinan tekanan ekonomi, karema barang-barang dirumahnya seperti kendaraannya habis. Mungkin disita atau dijual untuk utang," ujar Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Suparma, saat dihubungi wartawan, Selasa (11/3/2014).
Suparma menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku adalah menggendong anak keduanya Fahrul, dan anak bungsunya Aisah, saat terlelap tidur.
Saat itu, keduanya dimasukan kedalam toren berisi air dan menutupnya hingga kurun waktu sekira satu jam. "Anak yang pertama karena sudah tinggi jadi bisa bernfas, sedangkan korban yang masih berumur 2,5 tahun meninggal," bebernya.
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi melibatkan psikolog untuk mendampingi pemeriksaan terhadap pelaku.
(san)