Ini 4 pesan Jokowi untuk Anas Effendi
Selasa, 11 Maret 2014 - 12:48 WIB
Ini 4 pesan Jokowi untuk Anas Effendi
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menitipkan empat pesan kepada Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi terkait wilayah yang dipimpinnya. Karena, empat pesan ini harus segera dicarikan solusinya.
Empat pesan itu adalah revitalisasi kota tua, penataan pemukiman padat penduduk di Tambora, membantu perapihan kawasan Kali Jodo, dan mengatasi masalah lingkungan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kapuk-Cengkareng.
"Saya sudah bicara kepada Anas, keempat pesan saya itu harus segera dicari solusinya. Saya berharap Anas dan seluruh jajaran di Jakarta Barat betul-betul manajemen, mengelola, mengecek permasalahan di lapangan. Semuanya itu perlu dikontrol, diawasi dan hasilnya harus kelihatan," kata Jokowi kepada wartawan usai pelantikan Anas di Pemkot Jakbar, Selasa (11/3/2014).
Dipilihnya Anas sebagai pengganti Fatahillah, kata mantan Wali Kota Solo ini, lantaran semangat kerja Anas dimatanya terbilang memuaskan meski setahun lalu dia dicopot dari Wali Kota Jakarta Selatan menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD).
Jokowi menuturkan, bagi pejabat yang pernah dicopot olehnya bukan tidak mungkin akan diangkat kembali, jika kinerjanya bagus. Maka itu, kesempatan kedua menjadi pemimpin diberikan kepada Anas.
"Nanti kita lihat saja. Buat saya kesempatan kedua itu berlaku bagi siapapun. Artinya bagi yang sudah dicopot, jangan merasa seterusnya tidak dipakai, terus lemas. Pencopotan dan pemilihan pemimpin merupakan kewenangan saya," pungkasnya.
Selain itu, orang nomor satu di DKI itu ini juga menekankan, seluruh jajaran lurah dan camat di bawah Anas, agar meningkatkan pelayanan publik. Mengingat, dirinya telah mencopot enam pejabat sebelumnya, pesan ini dinilai tidak main-main. Jokowi tak ingin menerima laporan ada lurah atau camat yang tidak melayani masyarakat.
"Pelayanan dalam pemerintahan merupakan hal yang utama. Dari hasil evaluasi seleksi jabatan camat-lurah kemarin itu, sedikitnya ada enam yang kita nilai tidak pada performa yang baik, karena tidak melayani. Artinya kalau sudah begitu, saya ganti," katanya.
Baca:
Jokowi lantik Anas di tempat mewah
Empat pesan itu adalah revitalisasi kota tua, penataan pemukiman padat penduduk di Tambora, membantu perapihan kawasan Kali Jodo, dan mengatasi masalah lingkungan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kapuk-Cengkareng.
"Saya sudah bicara kepada Anas, keempat pesan saya itu harus segera dicari solusinya. Saya berharap Anas dan seluruh jajaran di Jakarta Barat betul-betul manajemen, mengelola, mengecek permasalahan di lapangan. Semuanya itu perlu dikontrol, diawasi dan hasilnya harus kelihatan," kata Jokowi kepada wartawan usai pelantikan Anas di Pemkot Jakbar, Selasa (11/3/2014).
Dipilihnya Anas sebagai pengganti Fatahillah, kata mantan Wali Kota Solo ini, lantaran semangat kerja Anas dimatanya terbilang memuaskan meski setahun lalu dia dicopot dari Wali Kota Jakarta Selatan menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD).
Jokowi menuturkan, bagi pejabat yang pernah dicopot olehnya bukan tidak mungkin akan diangkat kembali, jika kinerjanya bagus. Maka itu, kesempatan kedua menjadi pemimpin diberikan kepada Anas.
"Nanti kita lihat saja. Buat saya kesempatan kedua itu berlaku bagi siapapun. Artinya bagi yang sudah dicopot, jangan merasa seterusnya tidak dipakai, terus lemas. Pencopotan dan pemilihan pemimpin merupakan kewenangan saya," pungkasnya.
Selain itu, orang nomor satu di DKI itu ini juga menekankan, seluruh jajaran lurah dan camat di bawah Anas, agar meningkatkan pelayanan publik. Mengingat, dirinya telah mencopot enam pejabat sebelumnya, pesan ini dinilai tidak main-main. Jokowi tak ingin menerima laporan ada lurah atau camat yang tidak melayani masyarakat.
"Pelayanan dalam pemerintahan merupakan hal yang utama. Dari hasil evaluasi seleksi jabatan camat-lurah kemarin itu, sedikitnya ada enam yang kita nilai tidak pada performa yang baik, karena tidak melayani. Artinya kalau sudah begitu, saya ganti," katanya.
Baca:
Jokowi lantik Anas di tempat mewah
(mhd)