Kebijakan Pemkot Pekanbaru membuat orangtua murid gelisah
Senin, 10 Maret 2014 - 18:30 WIB
Kebijakan Pemkot Pekanbaru membuat orangtua murid gelisah
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru kembali mengeluarkan kebijakan meliburkan aktivitas belajar mengajar untuk sementara karena kabut asap. Namun kebijakan ini membuat orangtua murid gelisah karena anaknya terus libur.
Ariani (30) salah satu wali murid SD 99 Sukajadi Pekanbaru mengaku sangat khawatir kalau libur ini membuat anaknya ketinggalan mata pelajaran.
"Sudah sekitar sebulan anak saya libur karena kebijakan sekolah. Padahal dalam dekat akan menghadapi ujian semester. Kalau sering libur seperti ini, bagaimana dengan mata pelajarannya. Saya takut ini akan mempersulit anak saya menghadapi ujian," keluh Ariani orangtua dari Ira siswa SDN 99 kelas II Senin (10/3/2014).
Kegalauan orang tua tidak hanya di alami Ariani, Suyati orang tua dari Desi juga menyatakan kekawatirannya.
"Kalau di sekolahkan dia akan lebih banyak di ruang kelas dari pada di luar. Kalau di rumah, anak malah kebanyak main di luar dan tentu menghirup banyak asap. Tentu sulit mengurungnya di rumah terus. Saya rasa kebijikan meliburkan tidak efektif," kata Suyati salah satu wali murid SMPN 16 Pekanbaru.
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru hari ini menghentikan aktivitas belajar mengajar untuk sementara waktu.
"Seluruh siswa akan diliburkan sampai tanggal 12 Maret. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah," ucap Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi.
Libur sekolah memang tidak mulau hari ini saja, beberapa waktu lalu Pemkot Pekanbaru bolak-balik meliburkan siswa karena pekatnya kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
Ariani (30) salah satu wali murid SD 99 Sukajadi Pekanbaru mengaku sangat khawatir kalau libur ini membuat anaknya ketinggalan mata pelajaran.
"Sudah sekitar sebulan anak saya libur karena kebijakan sekolah. Padahal dalam dekat akan menghadapi ujian semester. Kalau sering libur seperti ini, bagaimana dengan mata pelajarannya. Saya takut ini akan mempersulit anak saya menghadapi ujian," keluh Ariani orangtua dari Ira siswa SDN 99 kelas II Senin (10/3/2014).
Kegalauan orang tua tidak hanya di alami Ariani, Suyati orang tua dari Desi juga menyatakan kekawatirannya.
"Kalau di sekolahkan dia akan lebih banyak di ruang kelas dari pada di luar. Kalau di rumah, anak malah kebanyak main di luar dan tentu menghirup banyak asap. Tentu sulit mengurungnya di rumah terus. Saya rasa kebijikan meliburkan tidak efektif," kata Suyati salah satu wali murid SMPN 16 Pekanbaru.
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru hari ini menghentikan aktivitas belajar mengajar untuk sementara waktu.
"Seluruh siswa akan diliburkan sampai tanggal 12 Maret. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah," ucap Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi.
Libur sekolah memang tidak mulau hari ini saja, beberapa waktu lalu Pemkot Pekanbaru bolak-balik meliburkan siswa karena pekatnya kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
(ilo)